Penulis: Fityan
TVRINews, Riyadh
Ketegangan Regional Meningkat Setelah Serangan Drone di Pelabuhan Strategis Yanbu
Arab Saudi resmi memerintahkan atase militer beserta empat staf Kedutaan Besar Iran untuk meninggalkan wilayah Kerajaan dalam waktu 24 jam, sebagai respons atas serangkaian serangan yang menargetkan infrastruktur energi dan pusat sipil di wilayah Saudi.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan resminya pada Sabtu 21 maret 2026 mengumumkan status persona non grata bagi atase militer Republik Islam Iran, asisten atase, serta tiga anggota misi diplomatik lainnya.
Keputusan ini menandai titik terendah baru dalam hubungan kedua negara sejak normalisasi yang dimediasi Beijing tiga tahun silam.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah serangan pesawat nirawak (drone) menghantam kilang SAMREF milik Aramco-Exxon di Yanbu, pelabuhan utama ekspor minyak di Laut Merah.
Insiden pada Kamis lalu tersebut sempat mengganggu aktivitas pemuatan minyak, di tengah kondisi jalur distribusi Teluk yang terhambat akibat blokade Iran di Selat Hormuz.
"Serangan Iran yang terus berlanjut hanya akan memicu eskalasi lebih lanjut dan membawa konsekuensi signifikan bagi hubungan bilateral saat ini maupun di masa depan," tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Eskalasi ini terjadi di tengah meluasnya konflik regional yang melibatkan kekuatan besar di kawasan.
Iran dituding menargetkan negara-negara tetangga di Teluk yang menampung aset militer asing, sebuah langkah yang telah mengacaukan pasar energi global dan stabilitas wilayah.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sebelumnya menyatakan bahwa kepercayaan terhadap Iran telah "hancur total". Ia menegaskan komitmen kedaulatan Kerajaan untuk melindungi diri dari ancaman eksternal.
"Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki kapasitas serta kapabilitas yang sangat signifikan untuk dikerahkan jika kami memilih untuk melakukannya," ujar Pangeran Faisal dalam sebuah pernyataan pekan ini.
Sejak konflik memanas, otoritas Saudi melaporkan telah mencegat ratusan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayah mereka. Selain fasilitas energi di wilayah timur, ibu kota Riyadh juga sempat menjadi sasaran serangan udara dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah Riyadh ini mengikuti kebijakan serupa yang diambil oleh Qatar. Pada Rabu18 Maret 2026 lalu, Doha juga telah mengusir atase militer dan keamanan Iran dengan status persona non grata, menunjukkan adanya sikap kolektif dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terhadap aktivitas militer Teheran di kawasan tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





