Kebakaran Pabrik Korea Selatan, 14 Orang Tewas

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Daejeo, Korea Selatan

Puluhan pekerja luka-luka akibat api besar di fasilitas suku cadang mobil Daejeon; evakuasi terkendala bahan kimia.

Setidaknya 14 orang tewas dan hampir 60 lainnya luka-luka setelah kebakaran hebat melanda sebuah pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan. 

Operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung hingga Sabtu  21 Maret 2026 sore waktu setempat mengonfirmasi bahwa seluruh korban hilang kini telah ditemukan di antara puing-puing bangunan tiga lantai tersebut.

Insiden ini bermula pada Jumat sore, saat api dengan cepat merambat ke seluruh struktur bangunan rangka baja milik Anjun Industrial. 

Saksi mata melaporkan sempat mendengar suara ledakan sebelum asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit. Kecepatan api membuat para pekerja terjebak, memaksa beberapa di antaranya nekat melompat dari jendela lantai atas untuk menyelamatkan diri.

"Api menyebar begitu cepat sehingga pada saat petugas pemadam kebakaran tiba, para pekerja sudah mulai melompat keluar dari jendela," ujar Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Nam Deuk-woo, sebagaimana dikutip dari The New York Times.

Kendala Bahan Kimia Reaktif

Upaya pemadaman menghadapi tantangan besar akibat keberadaan natrium di lokasi kejadian—zat kimia yang sangat reaktif dan berisiko meledak jika terpapar air. 

Tim penyelamat harus mengevakuasi lebih dari 200 kg bahan kimia tersebut sebelum dapat melakukan penyemprotan secara masif.

Lebih dari 500 personel darurat, termasuk polisi dan petugas medis, dikerahkan ke lokasi. Otoritas juga menggunakan dua robot pemadam kebakaran tak berawak untuk mendinginkan area yang dianggap terlalu berbahaya bagi manusia akibat risiko struktur bangunan yang rentan runtuh.

Laporan lapangan menyebutkan bahwa sembilan dari 14 korban tewas ditemukan di area ruang ganti gimnasium di lantai tiga. Kondisi beberapa jenazah dilaporkan mengalami luka bakar parah, sehingga memerlukan uji DNA untuk proses identifikasi secara akurat.

*Evaluasi Standar Keselamatan Kerja*

Anjun Industrial merupakan pemasok komponen mesin vital, termasuk katup mesin, untuk produsen otomotif besar seperti Hyundai dan Kia. Dalam pernyataan resminya, CEO Anjun Industrial, Sohn Ju-hwan, menyampaikan komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab penuh.

"Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang, menyelidiki penyebab kecelakaan ini, meninjau kembali sistem keselamatan kami, dan segera menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," tulis Sohn dalam pernyataan di situs resmi perusahaan.

Tragedi ini menjadi kebakaran pabrik paling mematikan di Korea Selatan sejak insiden pabrik baterai litium Aricell di Hwaseong pada tahun 2024 yang menewaskan 23 orang. 

Menanggapi rentetan kecelakaan kerja ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyerukan perlindungan yang lebih ketat bagi tenaga kerja nasional. Berdasarkan statistik resmi, lebih dari 10.000 pekerja telah kehilangan nyawa di tempat kerja sepanjang periode 2000 hingga 2024.

Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh kepolisian dan otoritas pemadam kebakaran untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran protokol keselamatan atau kegagalan sistem operasional yang memicu ledakan awal.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Mudik Idulfitri, Penumpang Kapal Jawa–Sumatra Turun 7,3 Persen
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Taman Safari Antisipasi Puncak Kunjungan dan Kemacetan Jalur Puncak
• 26 menit lalukompas.id
thumb
PT KAI Prediksi Hari Ini Jadi Puncak Arus Balik
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rektor UIN Palu: Idul Fitri Momen Rekonsiliasi Batin
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Minyak Hantam Bisnis Penerbangan, Maskapai Kurangi Rute Tak Menguntungkan
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.