Jakarta, tvoneneqs.com- Menjalankan ibadah puasa sunnah sangatlah dianjurkan dalam agama Islam. Salah satunya, puasa Syawal.
- dok.kolase tvOnenews.com
Puasa syawal merupakan puasa yang mendatangkan pahala setara dengan puasa setahun.
1 Syawal diketahui jatuh pada hari besar Idul Fitri 1447 H. Namun umat muslim dilarang untuk berpuada di hari tersebut.
Namun setelahnya hari Idul Fitri, umat muslim sudah bisa dijalankan. Bisa dilakukan selama 6 hari yang pahalanya derqsa setahun.
Dengan begitu, perlu diperhatikan dalam sebuah ibadah, tak terkecuali puasa sunnah Syawal, adalah niat.
- Pexels/Mikhail Nilov
Sebab niat adalah salah satu faktor yang menentukan sah, dan tidaknya puasa Syawal, sekalipun hukumnya sunnah.
Dengan begitu, berikut niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Selain itu, juga diperlukan Itikaf di awal bulan Syawal. Hal ini sangatlah dianjurkan agar bisa meningkatkan ketakwaan.
Sebagaimana ini dijelaskan, dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari diceritakan bahwa pada satu waktu Rasulullah sempat tidak beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan karena peristiwa pendirian tenda di masjid oleh Sayyidah Aisyah, Hafsah, dan Zainab binti Jahsy.
فَتَرَكَ الِاعْتِكَافَ ذَلِكَ الشَّهْرَ ثُمَّ اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ.
“Kemudian Nabi tidak beri’tikaf pada bulan Ramadhan tersebut dan beri’tikaf sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR. Bukhari). (klw)




