FAJAR, DIMONA—Sebuah rudal Iran pada hari Sabtu waktu setempat menghantam kota Dimona di Israel, tempat fasilitas nuklir berada.
Menurut Iran, itu merupakan balasan atas serangan terhadap situs nuklir mereka sendiri di Natanz.
Dimona memiliki fasilitas yang terletak tepat di luar kota utama yang secara luas diyakini memiliki satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah, meskipun Israel tidak pernah mengakui memiliki senjata nuklir.
Organisasi energi atom Iran sebelumnya menuduh AS dan Israel menyerang kompleks pengayaan Natanz, tetapi mencatat bahwa tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan.
Seperti dikutip dari France24, tentara Israel mengatakan kepada AFP bahwa telah terjadi serangan rudal langsung pada sebuah bangunan di Dimona, dengan tim tanggap darurat Magen David Adom mengatakan tim mereka merawat 33 orang yang terluka di beberapa lokasi, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi serius dengan luka akibat pecahan peluru.
“Terjadi kerusakan dan kekacauan yang luas di tempat kejadian,” kata paramedis Karmel Cohen.
Militer Israel mengatakan bahwa upaya pencegatan dilakukan setelah rudal-rudal tersebut terdeteksi.
Gambar yang dibagikan oleh media Israel menunjukkan sebuah objek melesat dari langit dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak kota.
Televisi pemerintah Iran mengatakan serangan itu adalah “balasan” terhadap serangan sebelumnya di Natanz.
Setelah serangan itu, kepala pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi, mengulangi seruan untuk menahan diri secara militer guna menghindari risiko kecelakaan nuklir. (amr)

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F06%2F06%2F3829069c-77b7-4900-9b6c-7891fcb26c76_jpg.jpg)



