Bertahan di Pinggir Pantai: Eksistensi Usaha Kecil di Pantai Pangandaran

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kabupaten Pangandaran terkenal dengan tujuan wisata pantainya. Pantai yang menjadi destinasi utama di Pangandaran adalah Pantai Pangandaran yang terdiri atas pantai barat, pantai timur dan pantai pasir putih. Selain itu, terdapat pula beberapa pantai lain seperti Batu Hiu, Batu Karas, Karang Nini, Karapyak dan lain sebagainya. Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pangandaran mencatatkan setidaknya terdapat sekitar 2,5 juta wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Pangandaran selama tahun 2025. Capaian tersebut mendukung tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran tahun 2025 yakni sebesar Rp. 45 Miliar. Besarnya angka tersebut menunjukkan kuatnya posisi Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata pilihan masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya.

Hanya saja muncul sebuah pertanyaan, bagaimana dampak capaian tersebut terhadap eksistensi usaha kecil di sekitar Pangandaran?

Ramai dan sepinya kunjungan wisatawan

Jumlah pengunjung wisata di Pantai Pangandaran sejatinya mengalami fase naik dan turun sepanjang waktu. Sebagaimana halnya destinasi wisata berbasis alam, jumlah kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi oleh kondisi alam. Sebagai contoh, banyak wisatawan lebih memilih menunda kunjungannya pada saat terjadi gelombang tinggi atau musim hujan yang lebat. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya keasyikan berwisata di pantai bila dibarengi dengan hujan yang lebat serta tingginya bahaya bermain air di pantai saat gelombang cukup tinggi. Selain itu, daerah wisata seperti Kabupaten Pangandaran juga sangat dipengaruhi oleh musim libur. Berdasarkan pengamatan penulis, wisata Pantai Pangandaran cenderung sepi pada hari-hari biasa dan mulai menunjukkan geliatnya menjelang akhir pekan. Contoh lain dapat dilihat pada saat musim libur besar seperti libur lebaran atau libur akhir tahun. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran mencatatkan terdapat 395.440 wisatawan berkunjung ke Kabupaten Pangandaran selama kurang lebih 10 hari libur lebaran tahun 2025 lalu. Artinya, terdapat rata-rata 30.000 hingga 40.000 pengunjung setiap harinya. Hal ini kemudian berbanding terbalik pada saat musim libur telah usai dan masyarakat kembali pada rutinitas kerjanya.

Pada hari-hari biasa sering kali Pantai Pangandaran terlihat sepi dari pengunjung. Tidak banyak aktivitas bermain di pantai, menyewa ATV atau berkeliling dengan odong-odong yang banyak dilakukan wisatawan saat weekend atau hari libur tiba. Toko-toko pakaian, restoran dan hotel-hotel pun tampak lengang. Berdasarkan pengamatan penulis, banyak penjual makanan dan kelapa segar di pinggir Pantai Pangandaran yang lebih memilih tidak berdagang di hari-hari biasa karena sepinya pengunjung. Hal ini menunjukkan di tengah ramai dan sepinya pengunjung, terdapat upaya dari para pedagang kecil, penyedia jasa wisata hingga pengelola homestay kecil untuk berjuang bertahan di tengah fluktuasi yang terus terjadi.

Tantangan ditengah fluktuasi kunjungan wisatawan

Kondisi yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil di Pangandaran tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Para pelaku usaha kecil harus berjibaku dengan pengeluaran harian, sementara pemasukan mereka cenderung fluktuatif. Pada saat kunjungan wisatawan cenderung sepi, biaya operasional mereka harus tetap berjalan. Pedagang kecil serta para penyedia jasa sering kali harus tetap membayar biaya retribusi, perawatan peralatan, biaya listrik, hingga gaji pegawai.

Berdasarkan pengamatan penulis, beberapa pelaku usaha kecil lebih memilih menutup usahanya pada saat kunjungan wisatawan cenderung sepi. Selain itu, beberapa pelaku usaha lainnya tetap menjajakan dagangannya dengan kuantitas yang sedikit. Beberapa di antara mereka bahkan melakukan usaha proaktif mencari pembeli dengan berkeliling di sekitar wilayah wisata Pantai Pangandaran. Hal ini tentunya tidak mudah serta tidak selalu membuahkan hasil. Sering kali meski usaha telah dilakukan, pemasukan pada momen-momen sepi pengunjung sangat minim, bahkan bisa saja nihil.

Jalan keluar dan solusi untuk bertahan

Salah satu jenis usaha yang ramai dikunjungi di sekitar daerah wisata Pantai Pangandaran adalah toko pakaian. Toko-toko ini banyak berjejer di sepanjang pantai hingga ke dalam gang-gang kecil. Wawancara yang dilakukan dengan beberapa pemilik usaha pakaian menunjukkan adanya fakta menarik. Sebagian pedagang mengaku tetap bisa berjualan pada masa-masa sepi wisatawan. Para pedagang menyampaikan bahwa terkadang pada saat terdapat pembeli, mereka akan membagikan pesanan kepada sesama pedagang lain. Hal ini menunjukkan adanya upaya saling membantu antar pedagang untuk melewati masa-masa sepi pengunjung, atau dengan kata lain adanya solidaritas antar pelaku usaha.

Dalam penelitian Damayanti dkk pada tahun 2025, ditemukan fakta bahwa solidaritas antar pelaku usaha menjadi modal penting dalam menjaga kelangsungan bisnis. Hal ini secara natural telah nampak di lingkungan wisata Pantai Pangandaran. Model iklim usaha seperti ini dapat menjadi salah satu jalan keluar guna menjaga keberlangsungan usaha ditengah naik dan turunnya jumlah kunjungan wisatawan.

Selain menciptakan iklim usaha yang solid, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan literasi digital para pemilik usaha. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan para pemilik usaha terhadap kunjungan wisatawan melalui pemanfaatan e-commerce dan social media marketing. Berdasarkan rilis Kementerian Perdagangan, jumlah pengguna e-commerce di Indonesia pada tahun 2024 telah mencapai 65,65 juta orang dan diproyeksikan meningkat hingga 99,1 juta orang pada tahun 2029. Bila para pemilik usaha mampu melebarkan usahanya menggunakan e-commerce, masa-masa rendahnya kunjungan wisatawan akan lebih mudah dilalui karena akan tetap ada penghasilan dari penjualan melalui e-commerce atau media sosial.

Solusi lain yang dapat ditawarkan adalah upaya peningkatan literasi keuangan para pemilik usaha. OJK menegaskan literasi keuangan yang baik akan mempengaruhi pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan seseorang. Dalam konteks pemilik usaha kecil, literasi keuangan yang baik akan memudahkan mereka dalam melakukan pencatatan keuangan secara lebih rapi. Selain itu mereka akan mampu mengelola penghasilan usahanya dengan lebih efektif dan efisien. Pengelolaan yang lebih baik tersebut akan memudahkan mereka melalui masa-masa sepi pengunjung. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Yushita pada tahun 2017 yang menunjukkan dengan literasi keuangan yang baik, seseorang akan terhindar dari permasalahan keuangan akibat kesalahan pengelolaan.

Kesimpulan

Situasi yang dihadapi pelaku usaha kecil di objek wisata Pantai Pangandaran tidaklah mudah. Mereka harus berjibaku dengan penghasilan yang fluktuatif, sementara disisi lain biaya hidup serta biaya operasional usaha harus tetap mereka keluarkan. Perlu adanya kepedulian dari berbagai stakeholder untuk membantu keberlangsungan usaha mereka. Pemerintah dapat memberikan bantuan berupa kebijakan dan pendampingan, pegiat usaha dapat menumbuhkan solidaritas antar sesama sambil berbagi ilmu dan pengalaman, sementara akademisi dapat membuat kajian-kajian yang membantu seluruh pihak lebih memahami kondisi yang terjadi serta membantu merumuskan visible solution yang terbaik. Terakhir, masyarakat sebagai wisatawan dan konsumen utama para pelaku usaha hendaknya menumbuhkan kecintaan pada produk-produk lokal dan membantu keberlangsungan usaha tersebut dengan berbelanja setiap kali ada kesempatan. Keberlangsungan usaha kecil disekitar objek wisata Pantai Pangandaran akan tercapai pada saat ada kepedulian dari komunitas dan masyarakat disekitarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Jemaah Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seo Kang Joon dan Ahn Eun Jin Siap Dipasangkan dalam Drama Korea Romantis
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Arus Tol Cipali Hari Kedua Lebaran Ramai Lancar, Volume Kendaraan Naik 123%
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Lokasi Kapal Induk Prancis Terungkap Gara-Gara Aplikasi Kebugaran Strava
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Polda Banten: Arus Mudik H-7 hingga Lebaran Lancar, Insiden Kecelakaan Minim
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.