Trump Ancam Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Pembangkit Dihancurkan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dalam 48 jam. Jika menolak, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik.

Ancaman ini muncul usai Iran melancarkan serangan paling destruktifnya sejauh ini terhadap Israel, yaitu ke fasilitas nuklir di Dimona.

Ultimatum tersebut disampaikan hanya sehari setelah Trump mengatakan ia tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer setelah tiga pekan perang. Pernyataan itu muncul di tengah kondisi jalur minyak vital tersebut yang praktis masih tertutup, serta pengerahan ribuan marinir AS tambahan ke Timur Tengah.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA (Selat Hormuz), TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, maka AS akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!" katanya dalam akun Truth Social, Minggu (22/3).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dikutip dari Reuters, menegaskan pembatasan hanya diberlakukan terhadap kapal dari negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran dan pihaknya akan membantu kapal dari negara lain yang tidak ikut dalam konflik.

Sementara itu, militer Iran menyatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi milik AS dan rezim di kawasan jika Trump menyerang pembangkit listrik mereka.

Ultimatum Trump ini muncul beberapa jam setelah dua rudal Iran menghantam wilayah selatan Israel, melukai lebih dari 100 orang dalam serangan paling merusak sejak perang dimulai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan membalas “di semua front.” Serangan tersebut, yang berhasil menembus sistem pertahanan rudal Israel, merusak fasad bangunan permukiman dan menciptakan kawah besar di tanah.

Petugas penyelamat melaporkan 84 orang terluka di kota Arad, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius. Beberapa jam sebelumnya, 33 orang terluka di Dimona. Rekaman AFPTV menunjukkan lubang besar di tanah di tengah puing-puing dan logam yang terpelintir.

Dimona diketahui menjadi lokasi fasilitas yang diyakini sebagai satu-satunya arsenal nuklir di Timur Tengah, meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Warga Nangis Curhat ke Presiden Prabowo saat Open House Idulfitri di Istana
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Dijadwalkan Temui Jokowi dan SBY di Istana pada Momen Lebaran
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Kala Banjir di Tengah Lebaran Buat Warga hingga Kelompok Rentan Terpaksa Dievakuasi
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Putin Coba Tawarkan Amerika Tukar Intelijen, Ketegangan NATO dan Krisis Hormuz Memanas
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Ungkap Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah sejak Kamis 19 Maret 2026
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.