Bandung, VIVA – Kondisi lalu lintas di Bandung pada hari kedua Lebaran 2026 terpantau cukup padat, namun masih relatif terkendali. Aktivitas masyarakat yang didominasi agenda silaturahmi dan wisata membuat pergerakan kendaraan meningkat dibanding hari biasa.
Berdasarkan pemantauan terbaru VIVA Otomotif pada Minggu pagi 22 Maret 2026, kecepatan rata-rata kendaraan di kawasan Bandung berada di kisaran 20,7 km/jam. Angka ini sedikit lebih tinggi dari kondisi normal di waktu yang sama, menandakan arus lalu lintas masih mengalir meski terjadi kepadatan di beberapa titik.
Dalam kurun waktu 15 menit, kendaraan rata-rata mampu menempuh jarak sekitar 5,2 kilometer. Sementara itu, tingkat kemacetan tercatat sebesar 39 persen, atau sekitar 10 poin lebih rendah dibandingkan kondisi biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa meski volume kendaraan meningkat, situasi belum memasuki fase macet parah.
Data juga mencatat terdapat 23 titik kemacetan dengan total panjang antrean kendaraan mencapai 10,7 kilometer. Kepadatan ini umumnya terjadi di ruas-ruas utama menuju pusat kota dan kawasan wisata populer seperti Lembang, Dago, hingga area dalam kota Bandung.
Jika melihat pola pergerakan dalam beberapa hari terakhir, kemacetan biasanya terjadi pada pagi menjelang siang serta sore hari. Namun pada hari kedua Lebaran, pola tersebut cenderung lebih merata sepanjang hari, dipengaruhi tingginya mobilitas wisatawan dari luar kota.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bandung masih menjadi destinasi favorit selama libur Lebaran. Arus kendaraan dari arah tol maupun jalur arteri terus mengalir menuju pusat kota dan kawasan wisata sejak hari pertama Idulfitri.
Meski demikian, kepadatan diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama saat memasuki periode arus balik. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, menghindari jam sibuk, serta memanfaatkan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar dan nyaman.





