Otoritas Jasa Keuangan (OJK) proyeksikan layanan buy now pay later (BNPL) di industri multifinance akan terus menunjukkan prospek positif sepanjang 2026.
Pasalnya, permintaan dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal pada layanan tersebut tercatat meningkat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan bahwa tren pertumbuhan BNPL masih akan berlanjut seiring dengan kebutuhan pembiayaan yang fleksibel di tengah dinamika global.
“BNPL perusahaan pembiayaan diperkirakan terus memiliki prospek positif pada 2026, seiring meningkatnya permintaan dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, karakteristik BNPL yang menawarkan kemudahan akses menjadi daya tarik bagi beberapa kelompok masyarakat terutama usia produktif yang dianggap sebagai kontributor utama pertumbuhan.
Selain itu, kontributor utama BNPL juga ditopang oleh upaya industri dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah ekspansi yang cukup pesat dalam beberapa waktu terakhir, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) yang tetap terjaga.
Baca Juga: Pembiayaan Akulaku Tembus Rp7,44 Triliun Ditopang BNPL
Baca Juga: OJK Optimistis Pembiayaan Tumbuh 6-8% Tahun Ini
“Rasio NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan yang terjaga menunjukkan pengelolaan risiko dan proses seleksi pembiayaan yang memadai, didukung antara lain penerapan credit scoring dan pemantauan pembayaran yang lebih ketat,” jelasnya.
Agusman menegaskan, penerapan sistem penilaian kredit berbasis data serta pengawasan pembayaran secara intensif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas portofolio pembiayaan BNPL.





