Lebaran bagi Mereka yang Jauh dari Kampung Halaman

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Tidak semua orang merasakan Lebaran sebagai momen bersama keluarga untuk merajut kembali kehangatan yang sempat terpisah. Di tengah keterbatasan, tanggung jawab, dan pilihan hidup, sebagian orang merayakan Lebaran dan menemukan makna kebersamaan dalam bentuk yang tak biasa.

Evi Trismarianti (38) terpaksa harus menunda rencananya untuk mudik tahun ini. Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu mendapat tugas piket sehingga wajib bersiaga meski di hari Idul Fitri.

Bukan untuk kali ini saja Evi merayakan Lebaran jauh dari keluarga. Saat Idul Adha pun Evi terkadang mendapat tugas jaga.

Untuk mengobati kerinduan, Evi akan menghubungi keluarga dengan panggilan video. “Untungnya zaman sekarang teknologi sudah canggih. Walaupun tidak pulang, saya tetap bisa bertatap muka dengan keluarga lewat HP (hand phone),” ujar Evi.

Menurut Evi, membahagiakan orangtua dengan pulang saat Idul Fitri merupakan salah satu cara dalam menjalankan ibadah. Evi menyadari bahwa membantu pasien di saat Lebaran juga merupakan bentuk ibadah, yakni mengasihi atau membantu sesama ciptaan Tuhan. 

Alhamdulillah, sudah berdamai dengan keadaan (tidak mudik). Memberikan pelayanan terbaik kepada pasien itu ibadah juga. Senang rasanya bisa membantu orang di bulan suci ini. Apalagi pasiennya juga ramah-ramah,” tuturnya.

Di tempat lain, Rizki (28), warga Jakarta Barat, tak beranjak dari tempat duduknya sambil menatap ponselnya usai shalat Idul Fitri. Rizki mengaku rindu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya di hari Lebaran. Sesekali Rizki tersenyum sembari membalas pesan singkat yang masuk.

Yang membuat Rizki sedih, ia tidak bisa merayakan Lebaran di kampung halaman istrinya di Sukabumi, Jawa Barat. Sebab, Rizki mesti menemani ibunya yang sudah lanjut usia di Jakarta.

“Sedih juga sih. Cuma mau gimana, kita harus bisa memilih juga. Karena di sini ibu juga sendiri, jadi mau gak mau kita di sini ngalah dulu lah,” tutur karyawan swasta tersebut, Sabtu (21/3/2026). 

Rizki mengaku telah mengambil cuti Lebaran. Namun, ia harus bergantian dengan adiknya untuk menjaga ibunya. Kali ini, giliran adiknya yang pulang ke kampung halaman istrinya di Pekalongan, Jawa Tengah, sementara ia menjaga sang ibu.

Rizki mengaku jarang bertemu dengan keluarga besar istrinya di Sukabumi sehingga Lebaran menjadi momen yang spesial. Terakhir ia bertemu mereka pada Lebaran tahun lalu. Untuk sedikit mengobati rasa rindu, Rizki melakukan panggilan video.

Namun demikian, Rizki tidak menyesal. Bagi dia, tugas menemani ibunya merupakan tindakan yang mulia.

Tidak bisa berlebaran di kampung halaman juga dialami Arif Hidayatullah (20). Pemuda asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, itu mengaku rindu dengan keluarga di kampung halaman. Tahun ini, ia belum bisa mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran untuk pulang kampung.

Saat Lebaran, ponselnya menjadi satu-satunya alat untuk sekadar mengobati rasa rindunya meski tak akan menuntaskan dahaga kerinduannya. “Orang tua sudah paham. Sebenarnya, kangen bisa Lebaran bareng keluarga di kampung. Ini kita di luar daerah, merantau enggak ada siapa-siapa,” tuturnya.

Meski tidak bisa pulang, Arif tetap mengirimkan uang kepada orang tua dan adiknya di kampung halaman sebagai ganti kehadirannya secara langsung. Bagi Arif, cara itu bisa sedikit mengurangi rasa sedihnya tidak bisa berkumpul keluarga 

Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk wisatawan yang memadati salah satu destinasi wisata di Yogyakarta, Jesi Noveby (29), pegawai swasta, tetap sibuk bekerja saat Lebaran. Perayaan Idul Fitri sebagai momentum untuk pulang bagi para perantau kali ini terpaksa diabaikan. Jesi lebih memilih rute yang berbeda, bertahan di tempat kerja demi tanggung jawab profesi.

Bagi Jesi, masa libur Lebaran bukan waktu untuk berkemas dan mengantre tiket pulang kampung. Sebaliknya, momen ini adalah puncak kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Alasan aku tidak mudik karena lebih ke tanggung jawab pekerjaan. Soalnya, di momen liburan seperti ini, operasional justru makin ramai. Jadi, milih kerja biar operasionalnya terkontrol dengan baik,” ungkap Jesi.

Di saat keluarga lain menghabiskan waktu bersama merayakan hari raya, Jesi memastikan keluarga-keluarga yang berwisata di tempatnya bekerja dapat menikmati masa liburan mereka dengan aman dan nyaman.

Meski raga tak bisa hadir merayakan lebaran hari pertama bersama keluarga di kampung halaman, Jesi tetap pulang secara virtual. Di sela-sela jam kerjanya yang padat, ia tetap mencari celah waktu untuk sekadar menghubungi dan menatap wajah orang-orang terkasihnya di dunia maya.

"Aku biasanya melepas rindu di momen kayak gini, walaupun kerja, ya, tetap menyempatkan video call sama keluarga. Jadi, merasa lebih dekat saja sama keluarga yang jauh,” tuturnya.

Tak hanya melepas rindu lewat komunikasi virtual, Jesi juga mengirimkan uang kepada orang di rumah. "Untuk THR aku tetap kirim karena itu bentuk perhatian aku juga sama keluarga walaupun aku tidak hadir langsung di sana,” tambahnya.

Tahun ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke luar kota pada periode Lebaran 2026 sebanyak 143,92 juta orang (50,60 persen). Sementara masyarakat yang tidak berencana melakukan perjalanan ke luar kota pada periode Lebaran 2026 berjumlah 140,52 juta orang (49,40 persen).

Sebanyak 50,60 persen responden yang bepergian ke luar kota itu mayoritas beralasan karena ingin mudik merayakan Idul Fitri di kampung halaman, yaitu 95,27 juta orang (66,20 persen). Ada pula alasan tradisi mengunjungi orangtua atau sanak saudara di kampung, sebanyak 27,78 juta orang (19,3 persen).

Survei itu memperlihatkan bahwa meskipun banyak orang melakukan melakukan perjalanan, namun sebagian besar yang lain tidak mudik untuk merayakan Lebaran. Meski rindu kampung halaman, kisah-kisah yang dituturkan Evi, Rizki, Arif, hingga Jesi menunjukkan bahwa esensi Lebaran tak semata soal jarak fisik atau tradisi pulang kampung.

Di balik layar ponsel, di ruang kerja, hingga di tengah tugas kemanusiaan, kehangatan Idul Fitri tumbuh dari niat untuk berbagi, mengasihi, dan bertanggung jawab.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Yaqut Keluar Rutan KPK Sebelum Lebaran, Kini Berstatus Tahanan Rumah
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Fiorentina Vs Inter Milan Dini Hari Nanti, Mulai Jam 02.45 WIB
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Cilacap, Cek Magnitudonya!
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Muncul Godzilla El Nino! Jawa Diserang Suhu Panas Mendidih-Hujan Seret
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AS Klaim Serang 8.000 Target Militer Iran, Termasuk 130 Kapal
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.