Liputan6.com, Jakarta - Banjir di 10 RW Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, perlahan mulai surut. Hal itu diungkapkan Camat Ciracas, Panangaran Ritonga.
"Tadi pagi jam 6 tinggal 15 sampai 20 senti, sudah berangsur surut. Yang awalnya jam 1 itu ada yang 1 meter, pagi tadi jam 6 itu ketinggian maksimalnya ada yang 20 senti lagi. Belum kering memang," kata dia saat dihubungi, Minggu (22/3/2026).
Advertisement
Banjir mulai muncul sejak pukul 19.00 WIB, saat permukaan air di kali tiba-tiba naik meski hujan di Ciracas sudah reda pada Sabtu, 21 Maret 2026 kemarin. Air terus meninggi hingga mencapai puncaknya sekira pukul 01.00 WIB.
"Naiknya air mulai jam 7 malam ya. Naik-naik terus sampai jam 1 tadi malam itu.Dan ini yang mengindikasikan hujan di hulu di wilayah Cimanggis ini cukup deras kemungkinannya kemarin ini," ucap dia.
Ketinggian air di permukiman warga rata-rata berkisar antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Air meluap dari Kali Baru dan Kali Cipinang yang tak mampu menampung debit kiriman dari hulu.
"Air itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan," ujar dia.
Dampaknya, sejumlah warga terpaksa mengungsi, terutama di wilayah Kelurahan Rambutan. Mereka bertahan di kantor kelurahan maupun rumah tetangga yang tidak terdampak.
“Ada yang mengungsi ke kelurahan, ada juga ke tetangga. Tapi memang banyak rumah kosong karena ditinggal mudik,” icap dia.



