JAKARTA, KOMPASTV - Eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan menggelar open house di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (21/3/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Anies menekankan makna Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah, baik secara pribadi maupun sebagai bangsa.
Terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, Anies menilai peristiwa tersebut bukan kriminal biasa, melainkan ancaman terhadap demokrasi.
Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas hingga ke dalang atau pemberi perintah, bukan hanya pelaku lapangan.
“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Ini serangan terhadap pribadi yang memperjuangkan demokrasi. Peristiwa ini harus diselidiki sampai ke pemberi perintahnya, termasuk alasan di baliknya, dan semua yang terlibat harus diproses hukum dengan hukuman yang menjerakan agar tidak terulang lagi,” kata Anies.
Anies juga menekankan pentingnya transparansi melalui peradilan umum agar publik dapat mengawasi proses hukum.
Ia berharap negara hadir secara tegas untuk melindungi kebebasan berpendapat dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Galih
Baca Juga: Pantauan Arus Lalu Lintas Libur Lebaran di Tol Padaleunyi dan Semarang-Batang 22 Maret 2026 Pagi
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- anies baswedan
- andrie yunus
- idulfitri




