Tekanan Global Menguat, Rupiah Berisiko Lanjut Melemah Pekan Depan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tren pelemahan pada perdagangan pekan depan, seiring menguatnya indeks dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak pada rentang 98,73 hingga 101,20.

“Dalam perdagangan minggu depan kemungkinan indeks dolar ini akan kembali menguat menuju 101,20, bukan melemah ke 98,73 yang merupakan area support,” ujar Ibrahim, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, penguatan dolar salah satunya diakibatkan oleh kebijakan bank sentral global yang masih mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan cenderung menaikkan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi.

Kondisi ini salah satunya dipicu oleh lonjakan harga energi, terutama minyak mentah jenis Brent yang diperkirakan bergerak di kisaran US$110 hingga US$116. Kenaikan harga energi ini berdampak langsung terhadap inflasi global, sehingga mendorong bank sentral untuk tetap hawkish.

Di sisi lain, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah juga turut memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven. 

Baca Juga

  • Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS usai Libur Idulfitri 2026
  • BI Perketat Transaksi Valas, Diklaim Ampuh Redam Pelemahan Rupiah
  • Rincian Utang Pemerintah Rp9.637,9 Triliun: 70% dari SBN Berdenominasi Rupiah

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, serta meningkatnya serangan terhadap fasilitas energi di berbagai wilayah, membuat investor cenderung beralih ke dolar.

“Iran salah satu negara penghasil brent crude oil untuk bahan bakar avtur, ini membuat emas itu tergelincir dan investor berpindah ke save haven-nya dolar AS karena kelihatan kenaikannya cukup tajam,” ujar Ibrahim.

Ke depan, lanjut Ibrahim, pasar masih akan mencermati perkembangan konflik geopolitik, khususnya potensi perang darat antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai dapat menjadi penentu arah pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.

“Dalam perdagangan minggu depan, kemungkinan mata uang rupiah masih akan terus mengalami pelemahan ya,” tuturnya.

Sebelumnya, Ibrahim memperkirakan untuk perdagangan 24 Maret 2026 setelah libur panjang Idulfitri, rupiah akan diperdagangkan pada rentang Rp16.990-Rp17.075 per dolar AS.

Rupiah sebelumnya ditutup menguat 0,37% pada level Rp16.928 per dolar AS pada 20 Maret 2026. Sementara itu, dolar AS ditutup menguat 0,42% ke level 99,64 pada tanggal yang sama.

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Alihkan Status Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
WFH 1 Hari Per Pekan Demi Hemat BBM, Sektor Layanan dan Industri Dikecualikan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Muncul Godzilla El Nino! Jawa Diserang Suhu Panas Mendidih-Hujan Seret
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK: Yaqut Jadi Tahanan Rumah Bagian dari Strategi Penyidikan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Idul Fitri di Beijing, Dubes RI Tekankan Solidaritas & Kepedulian Pada Tanah Air
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.