DEPOK, KOMPAS.com - Sebanyak 3.675 rumah warga di Depok, Jawa Barat, terendam banjir dan 3.675 kepala keluarga (KK) atau 14.700 jiwa terdampak.
Adapun banjir melanda sejumlah wilayah di Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (21/3/2026) sore mulai berangsur surut pada Minggu (22/3/2026) siang.
Baca juga: 46 RT di Ciracas Jaktim Direndam Banjir, 696 Warga Mengungsi
Meski demikian, petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi hujan susulan.
“Untuk saat ini kondisinya sudah tertangani semuanya. Sudah mulai surut di semua lokasi,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Rahman Pujiarto saat dihubungi, Minggu.
Baca juga: Banjir di Ciracas Tak Kunjung Surut hingga Minggu Siang
Berdasarkan laporan DPKP, terdapat delapan titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Sopo Marwah dan Bukit Nekesatu di Kecamatan Cimanggis.
Rahman mengaku belum memperoleh data terbaru terkait jumlah warga yang sempat dievakuasi saat banjir terjadi.
Namun, ia memperkirakan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing.
“Kalau melihat kejadian-kejadian sebelumnya di Depok, banjir biasanya cepat surut. Kemungkinan besar warga sudah kembali ke rumah,” kata dia.
Ribuan KK terdampakSementara itu, laporan dari Kabid Penanggulangan Bencana Kota Depok Deny Romulo, banjir berdampak cukup luas dengan total sekitar 3.675 kepala keluarga (KK) atau 14.700 jiwa terdampak dan 3.675 rumah terendam banjir.
Wilayah terdampak tersebar di beberapa kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:
- Kelurahan Mekarsari, Cimanggis: RW 01, 02, 03, 05, 06, 13, 14, dan 19 (sekitar 3.000 KK)
- Kelurahan Tugu, Cimanggis: RW 15 dan 16 (sekitar 500 KK)
- Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis: RW 09 (10 KK)
- Kelurahan Sukmajaya: RT 09/RW 06 (3 KK, 15 jiwa)
- Kelurahan Cilodong: RW 06 (110 KK)
- Kelurahan Cilangkap, Tapos: RT 03/RW 18 (40 KK)
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Depok sejak pukul 15.00 WIB.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap, di antaranya Kali Cikupa, Kali Cipinang, Kali Jantung, dan Kali Laya.
Selain itu, luapan air juga berasal dari danau yang berada di dalam kawasan Mako Brimob Kelapa Dua.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 160 sentimeter di sejumlah titik.
Dalam penanganan banjir ini, DPKP Depok berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari tim SAR, Brimob, PMI, hingga unsur masyarakat.




