Gus Yaqut jadi Tahanan Rumah, KPK: Semua Tahanan Boleh Mengajukan Permohonan

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ternyata berubah status menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026. Gus Yaqut menjadi tahanan rumah setelah keluarganya memohon kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 Maret 2026.

Ini baru terungkap pada 21 Maret 2026. KPK mengkonfirmasi kebenaran status Gus Yaqut. Bahkan KPK mengatakan tahanan lain di Rumah Tahanan Negara atau Rutan Cabang KPK bisa mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah seperti halnya Gus Yaqut.

Advertisement

BACA JUGA: MAKI Pertanyakan Transparansi KPK dalam Penetapan Status Tahanan Rumah Yaqut

"Permohonan bisa disampaikan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Minggu (22/3/2026). Dilansir Antara.

Namun, tidak semua pengajuan dikabulkan. Permohonan tersebut akan ditelaah oleh penyidik KPK karena sebagai pihak yang berwenang melakukan penahanan.

"Selanjutnya akan ditelaah oleh penyidik karena kewenangan penahanan ada pada penyidik," jelasnya.

KPK tidak menjelaskan detail alasan menerima permohonan dari pihak Gus Yaqut. Budi menuturkan, Gus yaqut tidak dalam kondisi sakit sehingga harus diubah statusnya menjadi tahanan rumah.

"Bukan karena kondisi sakit. Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses," kata dia.

Kabar berubahnya status Gus Yaqut menjadi tahanan rumah berawal pada 21 Maret 2026. Ketika itu, istri dari terdakwa kasus dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, yakni Silvia Rinita Harefa, berbicara kepada para jurnalis setelah menjenguk suaminya.

Silvia menyampaikan kepada para jurnalis yang menunggunya bahwa beredar informasi di antara para tahanan mengenai tidak terlihatnya Yaqut Cholil di rumah tahanan negara atau rutan.

"Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih, katanya keluar Kamis (19/3) malam," kata Silvia pada Sabtu (21/3) siang.

Ia melanjutkan mendapatkan informasi bahwa Yaqut juga tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idul Fitri pada 21 Maret 2026.

"Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada," katanya.   

Pada Rabu 11 Maret 2026, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sulistyo Muhammad Dwi Putro menolak permohonan praperadilan yang diajukan Yaqut Cholil Qoumas. Tampak dalam foto, mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, saat dibawa menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enam warga yang terdampak banjir di Cibubur dievakuasi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Penuh Makna! Ini 10 Keutamaan Silaturahmi di Momen Idulfitri
• 21 jam laludisway.id
thumb
Libur Lebaran, Pantai Pangandaran Ramai Diserbu Wisatawan
• 2 menit lalurctiplus.com
thumb
155.908 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Idulfitri 1447 H
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Eks Penyidik KPK: Jika Yaqut Tahanan Rumah, Semua Tahanan Korupsi Bisa Minta Hal Sama, Kacau dan Rusak Sistem
• 37 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.