REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Ahad (22/3/2026) mengancam akan menyerang semua infrastruktur AS dan Israel di kawasan Timur Tengah sebagai respos atas ancaman Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit-pembangkit listrik di Iran jika dalam 48 jam, Teheran tak membuka blokir atas Selat Hormuz.
"Jika infrastruktur energi dan bahan bakar Iran diserang musuh, semua infrastuktur energi, informasi teknologi, dan penyulingan air milik rezim AS dan Israel di kawasan akan menjadi target," ujar juru bicara Pusat Markas Khatam al-Anbiya, badan yang mengawasi operasi militer Iran, dalam sebuah pernyataan dikutip Fars News Agency dilansir Anadolu.
Baca Juga
Menlu Iran Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi Solidaritas Masyarakat Indonesia
Di Atas Angin, Iran Syaratkan Penutupan Semua Pangkalan AS di Kawasan
Aksi Solidaritas Palestina-Iran di Malam Takbiran
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengingatkan bahwa Iran tak akan tinggal diam jika infrastrukturnya diserang. Adapun, Selat Hormuz telah terganggu akibat perang sejak awal Maret dan memicu kenaikan harga minyak dunia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
We are men and women of principles. Iranians do not sneak attack adversaries while engaged in dialogue. Only when attacked do we powerfully respond.
We have intelligence on Israeli plans to strike infrastructure. Once again: ZERO restraint if our infrastructure is attacked. pic.twitter.com/O00YrSZquv — Seyed Abbas Araghchi (@araghchi) March 20, 2026