Simulasi Iritnya Pakai Mobil PHEV dan Mobil Listrik

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Jaecoo menyusun simulasi biaya operasional untuk tiga lini produknya, yakni J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Simulasi ini didasarkan pada asumsi penggunaan kendaraan sejauh 1.500 kilometer per bulan yang mencerminkan mobilitas rata-rata pengguna di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
 
Perhitungan tersebut mengacu pada penggunaan harian sekitar 50 kilometer pada hari kerja atau setara 1.000 kilometer per bulan, ditambah perjalanan tambahan sekitar 500 kilometer dalam satu bulan. Pendekatan ini bertujuan memberikan gambaran realistis mengenai estimasi biaya energi kendaraan.
 
Dari hasil simulasi, J5 EV menjadi model dengan biaya energi paling rendah. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan mencapai Rp290.760 per bulan atau sekitar Rp9.600 per hari.

Efisiensi tersebut didukung oleh kapasitas baterai 60,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 534 kilometer berdasarkan pengujian internal di Indonesia. Angka ini lebih tinggi dibanding estimasi standar NEDC yang berada di kisaran 461 kilometer. Dengan penggunaan harian sekitar 50 kilometer, pengisian daya tidak perlu dilakukan setiap hari.
 
Baca Juga: Mau Beli Honda Vario Street 125? Simak Dulu Pajaknya Berapa!
 
Dalam jangka panjang, biaya energi J5 EV diperkirakan sekitar Rp872.000 untuk tiga bulan atau sekitar Rp3.490.000 per tahun, menjadikannya pilihan efisien untuk penggunaan harian.
 
Untuk segmen plug-in hybrid (PHEV), J7 SHS-P hadir dengan teknologi Super Hybrid System (SHS) dan konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter. Dengan asumsi penggunaan 1.500 kilometer per bulan, biaya energi diperkirakan mencapai Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5.840.000 per tahun.
 
Sementara itu, J8 SHS-P ARDIS sebagai model premium menawarkan kombinasi efisiensi dan performa. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 180 kilometer dalam mode listrik serta memiliki konsumsi bensin sekitar 23,7 kilometer per liter. Biaya energi bulanannya diperkirakan sekitar Rp584.793 atau sekitar Rp7.010.000 per tahun.
 
Meski lebih tinggi dibanding kendaraan listrik murni, biaya tersebut masih tergolong efisien untuk SUV premium berukuran besar. Terlebih, model ini dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.
 
Baca Juga: Waspadai Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2026, Simak Tanggalnya
 
Secara keseluruhan, biaya energi kendaraan Jaecoo terlihat lebih kompetitif jika dibandingkan dengan mobil konvensional di kelas yang sama, yang dapat menghabiskan biaya bahan bakar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Efisiensi ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini.
 
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menjelaskan simulasi ini disusun untuk membantu konsumen memahami perbandingan biaya antar teknologi kendaraan sebelum mengambil keputusan pembelian.
 
“Kami melihat banyak calon pembeli yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional ini, kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini Jaecoo sehingga mereka dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Jim Ma melalui keterangan resminya
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Beroperasi 24 Jam Atasi Antrian di Pontianak
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Link Live Streaming Barcelona Vs Rayo Vallecano, Mulai Malam Ini Jam 20.00 WIB
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Libur Lebaran, CATCHPLAY+ Hadirkan Deretan Film dan Serial Seru, dari Horor hingga Anime 
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lebaran Tanpa Vidi Aldiano, Duka Mendalam Selimuti Sheila Dara
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Eks Menag Yaqut Tak Lebaran di Rutan, KPK Alihkan Jadi Tahanan Rumah
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.