JAKARTA, KOMPAS.com - Polri mencatat sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB.
Angka tersebut setara dengan 56,9 persen dari total proyeksi pergerakan kendaraan selama arus mudik Lebaran tahun ini.
"Pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung," kata Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Marupa Sagala, dalam keterangannya, Minggu.
Secara umum, lanjut Marupa, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dilaporkan aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.
Baca juga: Polri Imbau Orangtua: Awasi Anak Secara Ketat Saat Libur Lebaran di Tempat Wisata
Namun demikian, Polri mencatat masih adanya dinamika di sektor lalu lintas, misalnya angka kecelakaan pada Sabtu (21/3/2026) pukul 18.00 WIB sampai Minggu pukul 06.00 WIB.
"Tercatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp 206 juta," ungkap dia.
Marupa mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk saat berwisata di masa libur Lebaran.
Polri secara khusus mengimbau masyarakat yang akan berwisata di lokasi wisata air seperti pantai, sungai maupun kolam renang.
“Kami mengingatkan agar pengelola dan masyarakat selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” ujar dia.
Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik guna menghindari penumpukan kendaraan.
Baca juga: Ragunan Dipadati 43.348 Pengunjung, Antrean Kendaraan Mengular hingga 20 Meter
Ia menyarankan pemanfaatan kebijakan work from anywhere (WFA) agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap.
“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujar dia.
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan secara lebih efisien dan mengurangi kepadatan.
Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026.
Baca juga: 181.617 Kendaraan Tinggalkan Jakarta pada Arus Mudik 18-19 Maret 2026
Oleh karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan baik agar terhindar dari kemacetan.
Di akhir keterangannya, Marupa turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada masyarakat serta berharap perjalanan mudik dan arus balik berlangsung aman dan lancar.
“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




