EtIndonesia. Amerika Serikat dan Israel terus melanjutkan serangan militer terhadap Iran. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kemampuan Iran dalam memproduksi senjata nuklir dan rudal sedang terus dilemahkan.
Pada saat yang sama, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, mengungkapkan informasi penting terkait kondisi kepemimpinan Iran dan lokasi fasilitas nuklirnya.
Mojtaba Khamenei pada Jumat (20/3/2026) menyampaikan pernyataan melalui televisi pemerintah Iran, namun tidak tampil secara langsung. Sejak menjabat hampir dua minggu, ia belum pernah muncul di publik.
Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat juga menyatakan bahwa kepemimpinan Iran sudah tidak lagi ada.
“Kami sekarang justru mengalami kesulitan, karena kami ingin berbicara dengan mereka, tetapi tidak ada orang yang bisa diajak bicara” katanya.
Sehari sebelumnya, dalam sidang dengar pendapat di Komite Intelijen DPR AS, Gabbard menyatakan bahwa kepemimpinan Iran sedang berada dalam kondisi kacau.
Tulsi Gabbard mengatakan: “Mengenai Mojtaba, yaitu putra yang ditunjuk untuk menggantikan Ali Khamenei, posisi dan tingkat keterlibatannya masih belum jelas. Ia mengalami luka serius dalam salah satu serangan udara Israel. Oleh karena itu, situasi pengambilan keputusan di tingkat kepemimpinan Iran menjadi tidak jelas.”
Gabbard juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengetahui lokasi uranium yang diperkaya milik Iran.
Anggota DPR AS dari Tennessee, Steve Cohen, bertanya: “Apakah komunitas intelijen mengetahui di mana uranium yang diperkaya Iran disimpan?”
Gabbard menjawab: “Komunitas intelijen memiliki tingkat keyakinan yang tinggi dalam mengetahui lokasinya.”
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (19 Maret) menyatakan bahwa operasi militer tidak hanya bertujuan menghancurkan rudal balistik dan sisa program nuklir, tetapi juga untuk menghancurkan sistem industri yang mendukung produksi tersebut.
“Iran saat ini telah kehilangan kemampuan untuk memperkaya uranium, dan juga kehilangan kemampuan untuk memproduksi rudal balistik,” ujarnya.
Reporter NTD Television Zheng Shengxun melaporkan dari Amerika Serikat.





