PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Laba bersih tahun berjalan tercatat mencapai Rp792,36 miliar, melesat 45,01% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp546,4 miliar.
Kinerja impresif ini turut mendorong kenaikan laba per saham, dari sebelumnya Rp16,34 menjadi Rp23,70 per lembar saham.
Dari sisi top line, emiten ritel pengelola jaringan Alfamidi ini membukukan pendapatan sebesar Rp20,64 triliun, tumbuh 3,79% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp19,88 triliun. Jika dirinci, kontribusi terbesar berasal dari segmen makanan sebesar Rp11,34 triliun, diikuti non-makanan Rp5,85 triliun, serta minuman Rp3,43 triliun.
Di sisi geografis, mayoritas pendapatan MIDI disumbang dari luar Pulau Jawa dengan nilai Rp9,82 triliun. Sementara wilayah Jabodetabek berkontribusi Rp8,06 triliun, dan Jawa di luar Jabodetabek sebesar Rp2,85 triliun.
Baca Juga: Ada Maksud Baik, Analis Soroti Pernyataan Menkop Soal Alfamart - Indomaret di Desa
Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Bukukan Penjualan Rp38,68 Triliun Sepanjang 2025
Di tengah pertumbuhan tersebut, beban pokok pendapatan ikut meningkat menjadi Rp15,24 triliun dari sebelumnya Rp14,65 triliun. Namun, Perseroan tetap mampu mengerek laba kotor menjadi Rp5,39 triliun, naik dari Rp5,23 triliun. Laba usaha pun ikut terdongkrak ke level Rp967,99 miliar dari Rp719,17 miliar.
Dari sisi neraca, total aset MIDI tercatat naik menjadi Rp9,12 triliun dibandingkan Rp8,73 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas bengkak menjadi Rp4,58 triliun dari Rp4,44 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp4,54 triliun dari Rp4,29 triliun.





