Prabowo: Koperasi Desa untuk Putus Petani Tergantung pada Rentenir 

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Program tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah.

Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi penting karena banyak petani menghadapi kesenjangan arus kas selama masa tanam hingga panen yang bisa mencapai empat bulan. Dalam periode tersebut, kebutuhan mendesak sering memaksa mereka mencari pinjaman cepat.

"Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. Di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit. Jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir. Dan rentenir itu ngeri. Dia itu 1% sehari," ujarnya saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di Youtube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu (22/3). 

Baca juga : Prabowo Bantah Reformasi Polri Mandek, Negara Butuh Penegak Hukum Bersih

Prabowo menyebut praktik tersebut sebagai bentuk ketimpangan yang harus dihentikan. Ia menilai koperasi bisa menjadi instrumen untuk menyediakan akses pembiayaan yang lebih adil.

"Ini adalah penindasan manusia ke manusia. Masak orang miskin dikenakan 1% sehari?" tuturnya. 

Melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah berencana menyediakan kredit dengan bunga lebih rendah bagi masyarakat kecil. Ia membandingkan tingginya bunga kredit mikro saat ini dengan biaya pinjaman yang dinikmati pelaku usaha besar.

Baca juga : Prabowo Sebut MBG tak Akan Dihentikan, Masih Ada Cara untuk Berhemat

*Rakyat kecil 20%. Saya bilang, tidak bisa. Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6% setahun. Bisa," jelasnya. 

Ia mengeklaim dalam waktu singkat pemerintah telah membangun puluhan ribu koperasi yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

"Siapa yang mengira kita bisa bikin 80 ribu koperasi lengkap dengan gudang, lengkap dengan cold storage, lengkap dengan semua itu dalam satu tahun? Kan enggak. Kita hari ini sudah 30 ribu koperasi," ungkap Prabowo. 

Prabowo menilai persoalan utama ekonomi rakyat bukan semata kekurangan potensi, melainkan belum optimalnya pengelolaan dan organisasi.

"Jadi kekuatan ekonomi kita besar. Hanya tinggal di organisir. Tinggal diorganisir," pungkasnya. (H-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Hantam Bisnis Penerbangan, Maskapai Kurangi Rute Tak Menguntungkan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kapan Ganjil Genap di Jakarta Diberlakukan Lagi usai Lebaran 2026? Simak Info dari Dishub
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Ridwan Kamil Minta Maaf pada Idul Fitri 1447 H, Janji Klarifikasi Hoaks
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Target Serap Jutaan Tenaga Kerja
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Iran Izinkan Kapal Jepang Melintas di Selat Hormuz, Siap Sediakan Jalur Aman
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.