JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 300.000 unit sekolah dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari reformasi pendidikan nasional.
“Lima tahun saya ingin selesaikan 300.000 sekolah,” ujar Prabowo, dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, pada Minggu (22/3/2026).
Prabowo menuturkan, pemerintah terus melakukan perbaikan fisik sekolah secara bertahap.
Pada 2025, pemerintah baru mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah.
Sementara pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 70.000 sekolah, dan pada 2027 diproyeksikan mencapai 90.000 sekolah.
Baca juga: Soal Tarif Resiprokal AS, Prabowo Jamin Utamakan Kepentingan Nasional
Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air.
Program reformasi pendidikan ini mencakup peningkatan infrastruktur fisik hingga digitalisasi pembelajaran guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Hingga kini, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel), termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Untuk menunjang perangkat tersebut telah dilengkapi materi pembelajaran digital yang mencakup hampir seluruh silabus.
Baca juga: Istana Beberkan Isi Pertemuan Prabowo-Megawati: Saling Bagi Pengalaman
Dengan begitu, siswa akan memahami pelajaran secara lebih interaktif sekaligus memudahkan guru dalam mengulang materi.
“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” ujar dia.
Kepala negara juga telah memerintahkan penyiapan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
Melalui sistem tersebut, guru-guru terbaik dapat mengajar secara jarak jauh bagi sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, seperti guru matematika maupun bahasa Inggris.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan interactive, kita bisa monitor di kelas,” ujar dia.
Baca juga: Selain SBY, Jokowi Juga Hadir Halalbihalal Bersama Prabowo di Istana
Presiden menegaskan, reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
“Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegas Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



