Dulu Laris Manis, Kini Sepi Peminat: Mobil SUV Ini Mulai Ditinggalkan Konsumen

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mobil SUV tiga baris dari Toyota, yakni Toyota Highlander 2026, kini mulai dipertanyakan eksistensinya. Di tengah persaingan yang semakin ketat bahkan dari “saudara sendiri” model ini dinilai mulai tertinggal dan mungkin sudah saatnya digantikan oleh generasi baru yang lebih relevan.

Toyota Highlander EV
Photo :
  • Carscoops
Baca Juga :
Uji Ketahanan Maksimal: Mobil Ini Dipacu 100 Jam Berturut-turut
Mobil Favorit Kaum Bangsawan Ini Kena Recall Gara-gara Baut

Tekanan terbesar terhadap Highlander justru datang dari dalam lini produk Toyota sendiri, yaitu Toyota Grand Highlander. Model yang lebih besar ini hadir dengan dimensi lebih panjang dan ruang kabin yang jauh lebih lega, khususnya di baris ketiga sebuah kelemahan utama Highlander selama ini.

Sejak kemunculannya, Grand Highlander langsung menarik perhatian pasar. Bahkan, penjualannya dilaporkan jauh melampaui Highlander, mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang kini menginginkan SUV keluarga dengan ruang lebih luas.

Penurunan minat terhadap Highlander pun terlihat jelas, dengan angka penjualan yang merosot signifikan dalam satu tahun terakhir. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa model lama tersebut mulai kehilangan relevansi di pasar modern.

Secara konsep, Highlander menawarkan konfigurasi tiga baris kursi yang mampu menampung hingga delapan penumpang. Namun, pada praktiknya, kenyamanan di baris ketiga menjadi salah satu titik lemah.

Ruang kaki yang terbatas dan area bahu yang sempit membuat kursi belakang kurang ideal untuk penumpang dewasa. Hal ini menjadi kontras dengan ekspektasi SUV keluarga masa kini yang menuntut kenyamanan di seluruh baris kursi.

Meski begitu, bagian depan dan baris kedua tetap menawarkan kenyamanan yang cukup baik, dengan material premium serta fitur seperti pemanas dan ventilasi kursi pada varian tertentu.

Highlander 2026 hadir dengan dua pilihan mesin, termasuk varian hybrid yang menggabungkan mesin bensin 2.5 liter dengan motor listrik. Total tenaga mencapai sekitar 243 hp, sementara versi non-hybrid menggunakan mesin turbo 2.4 liter dengan tenaga lebih besar.

Dalam penggunaan sehari-hari, varian hybrid terasa responsif di kecepatan rendah, terutama di area perkotaan. Namun, performanya cenderung biasa saja saat melaju di kecepatan tinggi.

Dari sisi efisiensi, angka konsumsi bahan bakar memang cukup baik di atas kertas, tetapi dalam penggunaan nyata bisa lebih rendah tergantung kondisi jalan dan cuaca.

Baca Juga :
Nissan Luncurkan Mobil Baru, Siap Tantang Raja Off-Road
Mesin Baru Bukan Berarti Bebas Dipakai, Hindari Kebiasaan Ini
Nasib Mobil Honda Ini Berubah Drastis, Dari Primadona Sekarang Malah Jadi Beban

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Niat Puasa Syawal dan Ganti Puasa Ramadan: Hukum, Waktu, dan Tata Cara
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan Zodiak Leo Senin, 23 Maret 2026: Asmara dan Kesehatan
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
MotoGP Brasil: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Gagal Podium
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
AS Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik, Iran Targetkan Infrastruktur Energi di Timteng
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Digertak Trump, Iran Ancam Buat Negara Teluk Kehausan dan Gelap Gulita
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.