Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menegaskan bahwa solidaritas Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) kini menjadi penggerak utama dalam memperkuat gerakan koperasi di Indonesia.
Dengan kelembagaan yang semakin solid, Dekopin diyakini mampu mempercepat operasionalisasi program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, sekaligus memastikan tujuan besar pengembangan koperasi berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Baca Juga: Pemerintah Mau Hemat Energi, Muncul Wacana Terapkan Sekolah Daring Per April 2026, Bagaimana Distribusi Program MBG?
Ini disampaikan Menkop pada acara pelantikan Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat Masa Bakti 2025 di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, Dekopin sekarang sudah nyatu. Pelan-pelan kita harus jadikan Dekopin sebagai satu-satunya gerakan koperasi yang harus kita dukung dan kembangkan,” ujar Menkop, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Minggu (22/3).
Dalam pengarahannya Menkop Ferry menyampaikan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat yang memperkuat posisi tawar anggota, memotong rantai pasok, dan memastikan nilai tambah kembali kepada anggota, khususnya di sektor produksi. Untuk itu diperlukan sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Dekopinwil untuk memperkuat manajemen, pembiayaan, kemitraan pasar, dan distribusi agar koperasi bisa menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan masarakat.
Ia menekankan peran strategis Dekopinwil Jawa Barat sebagai konsolidator gerakan koperasi. Menurutnya, penguatan koperasi produksi dari sisi manajemen, akses pembiayaan, kemitraan pasar, hingga standarisasi kualitas produk menjadi kunci agar koperasi memiliki basis ekonomi yang kokoh.
Ia menambahkan, konsolidasi gerakan koperasi di Jawa Barat harus diarahkan pada dukungan dalam upaya percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Di sisi lain, Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah berupaya untuk mengajukan anggaran tambahan kepada pemerintah guna mendukung program kerja dari Dekopin.
“Kita ingin bangun ekosistem dari kopdes berupa pusat distribusi untuk suplai barang-barang, sekaligus memberi kesempatan bagi produk UMKM Jawa Barat masuk ke gerai kopdes,” katanya.
Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kurasi, inkubasi, dan pembiayaan produk koperasi maupun UMKM agar dapat diprioritaskan dalam jaringan distribusi koperasi desa. Momentum bersatunya organisasi koperasi nasional yaitu Dekopin sebagai kesempatan emas mempercepat konsolidasi gerakan.
“Koperasi bukan lagi sekadar alternatif, tetapi harus menjadi pilihan utama model usaha masyarakat,” tegasnya.
Ferry mendorong anggota koperasi di bawah naungan Dekopin untuk aktif mengembangkan Kopdes/Kel Merah Putih di wilayah masing-masing. Hal ini diyakini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi riil daerah secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menyoroti potensi besar Jawa Barat di sektor pertanian, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga industri kreatif. Jika koperasi produksi diperkuat dan terhubung dengan sistem distribusi efisien, nilai tambah akan berputar di antara anggota koperasi sendiri.
Baca Juga: Mudik: Mesin Redistribusi Ekonomi Nasional yang Perlu Ditingkatkan Kualitasnya
“Momentum kegiatan ini harus kita jadikan langkah konkret memperkuat koperasi teras gerakan koperasi seperti Dekopin untuk masuk sektor produksi,” ujarnya.
Menkop Ferry kembali menegaskan pentingnya kolaborasi intensif antara pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan gerakan koperasi untuk memastikan keberhasilan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Dengan konsolidasi yang solid, ia optimistis koperasi akan menjadi arus utama penggerak ekonomi rakyat di Jawa Barat.





