Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi akurat sekaligus terhindar dari hoaks atau kabar yang belum terverifikasi.
IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal resmi Nusantara Hub – Live Streaming guna memantau pergerakan Angkutan Lebaran 2026 secara real time.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi akurat sekaligus terhindar dari hoaks atau kabar yang belum terverifikasi selama periode mudik dan arus balik.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkini di lapangan, mulai dari kondisi lalu lintas, pergerakan transportasi lintas moda, hingga cuaca dan titik rawan di sejumlah simpul transportasi.
Nusantara Hub terintegrasi dengan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang menjadi pusat koordinasi nasional selama masa angkutan Lebaran.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya masyarakat mengandalkan sumber informasi resmi dalam merencanakan perjalanan.
Dia menyebut, kehadiran Nusantara Hub menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi sekaligus memberikan transparansi informasi kepada publik.
"Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik dan balik dapat berjalan dengan baik," kata Dudy saat meninjau Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan di Kantor Pusat Kemenhub, Sabtu (21/3/2026).
Selain sebagai sarana pemantauan, Nusantara Hub juga merupakan platform digital terpadu yang mendukung layanan transportasi lintas moda, termasuk penyelenggaraan program mudik gratis.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih aman, transparan, dan efisien.
Data Kemenhub menunjukkan puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3), dengan lonjakan pergerakan di hampir seluruh moda transportasi. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
Untuk itu, masyarakat diimbau rutin memantau perkembangan kondisi perjalanan agar dapat menyesuaikan waktu dan rute secara tepat.
Kemenhub menekankan bahwa informasi resmi melalui Nusantara Hub dapat menjadi rujukan utama bagi masyarakat dalam mengambil keputusan perjalanan. Dengan memanfaatkan layanan ini, pemudik diharapkan dapat menghindari kepadatan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
(Nur Ichsan Yuniarto)





