Tangan Kanan Adolf Hitler Ini Diminta Benahi Ekonomi RI

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Hjalmar Schacht. (Dok. Library of Congress via wikipedia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia ternyata pernah meminta bantuan seorang ekonom asing yang menjabat sebagai Menteri Ekonomi Jerman kepercayaan Adolf Hitler untuk mengurusi ekonomi nasional pada awal 1950-an.

Saat itu, kondisi ekonomi Indonesia masih kacau pasca-perang dan kemerdekaan. Ini ditandai dengan hiperinflasi, utang menumpuk, serta aktivitas produksi yang belum pulih. Dalam situasi tersebut, pemerintah melirik sosok bankir Jerman yang reputasinya mendunia karena berhasil mengangkat negaranya dari kehancuran ekonomi hingga berani memulai Perang Dunia II. 

Ekonom itu adalah Hjalmar Schacht. Schacht bukan figur politisi, melainkan teknokrat murni. Mengutip situs Britannica, dia lahir pada 1877 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia keuangan dan perbankan. Namanya mulai dikenal luas setelah dipercaya memimpin bank sentral Jerman atau Reichsbank pada masa Republik Weimar. Di tangan Schacht, Jerman berhasil keluar dari hiperinflasi ekstrem awal 1920-an. Dari sinilah, namanya mulai dihormati di kalangan ekonom internasional.


Baca: Berkat Ikuti Ajaran Al-Quran, Jaksa Ini Ditakuti Para Koruptor

Reputasi itulah yang membuat Adolf Hitler mempertahankan Schacht ketika Nazi berkuasa pada Januari 1933. Saat itu, ekonomi Jerman berada di titik nadir. Negara kehabisan cadangan bahan baku, pabrik-pabrik berhenti beroperasi, dan sekitar 6,5 juta orang menganggur. Schacht kembali dipercaya, kali ini dengan mandat lebih besar, yakni menyelamatkan ekonomi nasional.

Sebagai Presiden Reichsbank sekaligus Menteri Ekonomi, Schacht menjadi arsitek kebijakan pemulihan. Dia tidak hanya mengurus stabilisasi moneter, tetapi juga merancang cara agar negara bisa kembali memproduksi dan menyerap tenaga kerja. Dalam peran inilah Schacht menunjukkan karakter utamanya, yakni pragmatis, teknokratis, dan berani menabrak pakem ekonomi konvensional.

Salah satu warisannya yang paling dikenal adalah skema pembiayaan melalui wesel MEFO. Melalui instrumen ini, Schacht memungkinkan negara membiayai proyek industri tanpa mencetak uang secara langsung. Dia memastikan setiap instrumen keuangan didukung oleh produksi nyata, sehingga peredaran uang tetap terkendali. Di bawah pengawasannya, kebijakan ini mendorong industri kembali hidup dan pengangguran turun drastis.

Bagi Schacht, tugas bank sentral bukan sekadar menjaga angka, melainkan memastikan roda ekonomi berputar. Selama uang yang diciptakan mendorong produksi riil, ia percaya inflasi bisa dicegah. Pandangan inilah yang membuatnya dipandang sebagai ekonom heterodoks-tidak sepenuhnya patuh pada teori klasik, tetapi efektif di lapangan.

Dalam kurun 1933-1938, ekonomi Jerman pulih dengan cepat. Lapangan kerja penuh tercapai dan Jerman menjelma menjadi kekuatan ekonomi utama di Eropa. Namun keberhasilan itu juga menjadi awal keretakan Schacht dengan Hitler. Ketika tekanan inflasi mulai muncul, Schacht mendesak agar ekspansi persenjataan dihentikan. Hitler menolak.

Akhirnya, pada 19 Januari 1939, Hitler memecatnya dari Reichsbank. Schacht tersingkir dari lingkaran kekuasaan, meski namanya telanjur tercatat sebagai salah satu tokoh kunci di balik kebangkitan ekonomi Jerman.

Pasca-Perang Dunia II, Schacht diadili di Pengadilan Nuremberg, tetapi dibebaskan. Meski reputasinya dibayangi keterkaitan dengan rezim Nazi, keahliannya sebagai ekonom tetap diakui. Dia kemudian dikenal sebagai konsultan internasional, sosok teknokrat yang dicari negara-negara berkembang yang menghadapi krisis ekonomi, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia, nama Hjalmar Schacht melambangkan harapan pengalaman dan keahliannya mampu memberi arah bagi ekonomi negara muda yang tengah berjuang keluar dari kekacauan pasca-perang.


(mfa/mfa) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anies: Penyiraman Air Keras Bukan Kriminal Biasa, Harus Usut Dalangnya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Toyota Rush Alami Kecelakaan Tunggal di Jatinegara: Mobil Terbalik, Kaca Pecah
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Air Mengalir, Kehidupan Tumbuh: Mari Bijak Gunakan Air!
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Pemimpin Egaliter dalam Sejarah Republik Indonesia
• 17 jam laludetik.com
thumb
Momen-momen Prabowo Salat Idul Fitri di Aceh Tamiang
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.