Suasana Lebaran yang biasanya hangat dan penuh kebersamaan berubah jadi kepanikan bagi warga RW 03 Ciracas, Jakarta Timur. Begitulah yang dirasakan Slamet (62) yang tidak menyangka hujan yang turun sejak siang hari perlahan menjadi banjir.
Dia menyebut situasi Lebaran di rumahnya semula terasa biasa saja. Hujan turun pelan, disertai angin, lalu reda, kemudian datang lagi.
"Memang hujannya pertama kecil-kecil lama, kecil, angin, kecil, angin. Lama-lama air dari sono mengalir, jalan mengalir. Hujan terus sampe deras, akhirnya kan nggak begitu (lama) banjir, agak biasa ajalah warga," katanya saat ditemui, Minggu (22/3/2026).
"Lama-kelamaan, entah lepasan entah apa tuh dari Depok byur habis tuh, kelelep semua, kerendem semualah barang-barang di dalem (rumah)," sambungnya.
Slamet mengatakan air terus meninggi hingga mencapai lehernya di dalam rumah. Sedangkan di area luar, banjir juga terus meninggi.
Saat itu, Slamet dan keluarganya tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah dari banjir. Alhasil, kasur, perabot, hingga kudapan yang telah disiapkan untuk Lebaran terendam.
"Semua kasur ini udah pada kena semua. Kue-kue untuk Lebaran pada ngambang semua," tuturnya.
(ond/maa)





