Identitas 2 Prajurit Marinir Gugur Ditembak KKB di Maybrat, Prada Elki dan Prada Andi

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita

MAYBRAT, iNews.id - Identitas 2 prajurit Marinir yang gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, akhirnya terungkap. Keduanya yakni Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio yang menjadi korban dalam serangan di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3/2026).

Selain dua prajurit yang gugur, satu anggota lainnya yakni Kopda Marinir Eko Sutikno mengalami luka berat dalam insiden baku tembak tersebut.

Dua prajurit yang gugur diketahui berasal dari satuan berbeda. Prada Marinir Elki Saputra merupakan anggota Yonmar 10, sedangkan Prada Marinir Andi Suvio berasal dari Yonmar 7.

Sementara itu, Kopda Marinir Eko Sutikno yang mengalami luka berat juga merupakan anggota Yonmar 7 dan saat ini menjalani penanganan medis intensif. Ketiga korban telah dievakuasi ke RSAL dr R Oetojo Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Serangan KKB ini terjadi saat para personel yang tergabung dalam Satgas Koops Habema selesai melaksanakan patroli rutin. Mereka disergap oleh kelompok bersenjata yang diduga telah mengintai pergerakan aparat.

Dalam insiden tersebut, KKB juga dilaporkan merampas dua pucuk senjata api laras panjang milik prajurit sebelum melarikan diri ke arah hutan.

Saat ini, dua jenazah prajurit gugur tersebut telah diautopsi di RSAL dr Oetojo Sorong. Setelah itu, jenazah dibawa ke Markas Pasmar 3 untuk disemayamkan.

Rencananya, kedua jenazah akan diberangkatkan ke daerah asal masing-masing pada Senin (23/3/2026) menggunakan penerbangan komersial.

Sementara itu, Kopda Marinir Eko Sutikno yang mengalami luka berat direncanakan akan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Komandan Korem (Danrem) 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit dalam tugas negara.

"Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid," ujar Brigjen TNI Slamet Riyadi dikutip dari iNews Sorong Raya, Minggu (22/3/2026).

Hingga kini, aparat gabungan TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Operasi difokuskan di wilayah Maybrat serta jalur hutan yang diduga menjadi rute pelarian pelaku. Pengamanan di wilayah rawan konflik juga terus diperketat.

Gubernur Elisa Kambu: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya turut berduka atas gugurnya dua prajurit Marinir tersebut. Gubernur Elisa Kambu bahkan langsung mengunjungi korban di RSAL dr. Oetojo Sorong.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan duka cita mendalam. Kejadian ini menjadi pengingat agar kewaspadaan terus ditingkatkan dan tidak memberi ruang bagi insiden serupa,” ujar Elisa Kambu.

Dia juga menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut telah melampaui batas kemanusiaan.

“Kita tidak boleh memberi celah untuk kejadian seperti ini terulang lagi. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga korban. Kita berharap ke depan tidak ada lagi tindakan seperti ini atas nama apa pun,” katanya.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melalui Program LIMAR, UPI Bantu Panel Surya bagi Warga Prasejahtera
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mimpi Yoga Yow Ardian, Lahirkan Juara Akrobat dari Gang Sempit Jakarta
• 7 jam laludetik.com
thumb
Polres Pasaman Barat Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan
• 5 menit lalutvonenews.com
thumb
Yaqut Pecah Rekor Tahanan yang Bebas di Rumah, Siapa Pimpinan KPK yang Masuk Angin?
• 45 menit lalujpnn.com
thumb
Eks Penyidik KPK: Jika Yaqut Tahanan Rumah, Semua Tahanan Korupsi Bisa Minta Hal Sama, Kacau dan Rusak Sistem
• 21 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.