HARIAN FAJAR, BULUKUMBA – Peredaran uang palsu kembali meresahkan warga, kali ini korbannya Bernama Qhusnul (20) asal Desa Sopa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Qhusnul (20) menjadi korban peredaran uang palsu usai ia menjual Handphone merek Vivo Y28 ke salah seorang yang ia kenal lewat Facebook.
Mereka transaksi di Lapangan Ujung Loe, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba pada Minggu 22 Maret pukul 21.00 wita.
Juanda yang merupakan keluarga Qhusnul menceritakan, jika awalnya mereka saling Chatting di Mesengger, dalam Chatting itu mereka bersepakat jual beli HP, bahkan harganya dipusutuskan senilai Rp1.200.000.
“Setelah sepakat harga, mereka kemudian janjian ketemu di Lapangan Ujung Loe, disitulah mereka transaksi,” kata Juanda kepada Harian Fajar, Senin, 23 Maret 2025.
Juanda menambahkan, setelah Qhusnul kembali dari Ujung Loe jual Handphone barulah ia sadar kalau uang yang diterima hasil dari jual Handphone ternyata uang palsu.
“Nanti dia mau setor uangnya di BRILink baru ketahuan kalau uangnya ternyata palsu. Setelah itu dihubungi kembali yang membeli tapi masenggernya sudah tidak aktif,” bebernya.
Atas kejadian tersebut, Juanda tak tinggal diam. Ia bersama Qhusnul langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bulukumba.
“Laporan saya sudah masuk tadi malam, semoga Polisi bisa segera mengungkap pelaku biar korban tidak bertambah, karena malam itu, selain Qhusnul ada orang lain yang ikut jadi korban,” cetusnya. (Fad)





