Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan terdapat 4,41 juta orang yang memilih berangkat naik pesawat selama masa arus mudik Lebaran atau pada periode 13—21 Maret 2026.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan realisasi jumlah penumpang tersebut naik 3,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4,25 juta penumpang.
Pahlevi mengatakan, peningkatan jumlah penumpang pesawat dan penerbangan ini dapat dikelola dengan baik oleh 37 bandara yang dikelola InJourney Airports.
“Arus mudik berjalan baik. Kami bersyukur aspek operasional dan pelayanan pada periode arus mudik secara umum dapat terjaga, berkat rencana operasi yang matang, dukungan seluruh pihak, serta kolaborasi di antara stakeholders bandara,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (23/3/2026).
Secara perinci, jumlah penumpang tertinggi ada pada puncak arus mudik 18 Maret 2026 (H-2) mencapai 568.964 penumpang. Sementara, itu pada Hari Raya Idul Fitri, 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 397.670 penumpang.
Peningkatan juga terjadi pada pergerakan pesawat, di mana pada 13—21 Maret 2026 terdapat 33.099 penerbangan atau mengalami kenaikan hingga 6% dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 31.240 penerbangan.
Baca Juga
- Menhub Dudy Singgung OTA Bikin Diskon Tiket Pesawat 18% Tak Maksimal
- DPR Sentil Tiket Pesawat Mahal, Begini Respons Garuda dan Menhub
- AHY: Diskon Tiket Pesawat Lebaran Naik Jadi 18%, Ini Alasannya
Tingginya pergerakan penumpang dan pesawat tersebut didukung oleh realisasi operasional penerbangan tambahan atau extra flight yang mencapai 2.000 penerbangan dari total permintaan sebanyak 2.500 penerbangan.
Menurut Pahlevi, realisasi yang mencakup 80% cukup tinggi, karena pada umumnya extra flight yang direalisasikan oleh maskapai berkisar 60% hingga 70% dari permintaan. “Ini menunjukkan permintaan yang tumbuh pada angkutan lebaran,” tuturnya,
Adapun 5 bandara tersibuk pada arus mudik ini adalah Soekarno-Hatta Tangerang (1,51 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai Bali (523.944 penumpang), Juanda Surabaya (378.056 penumpang), Sultan Hasanuddin Makassar (283.099 penumpang) dan Kualanamu Deli Serdang (207.661 penumpang).
Sebelumnya, InJourney Airports memperkirakan jumlah pergerakan penumpang secara kumulatif di 37 bandara mencapai 9 juta penumpang atau naik 2% dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran 2025.
Puncak arus mudik di seluruh bandara diperkirakan Rabu, 18 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 570 ribu penumpang dan pergerakan pesawat hingga 4.000 penerbangan.





