Libur Lebaran, Saatnya Jelajahi Alam dan Warisan Budaya Yogyakarta

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Berwisata di DI Yogyakarta menjadi pilihan banyak orang untuk mengisi libur Lebaran setiap tahun. Spektrum wisatanya pun terentang luas, mulai dari aktivitas di alam yang memacu adrenalin hingga yang memicu kekaguman terhadap warisan budaya bangsa.

Salah satu destinasi wisata yang menawarkan kemolekan alam adalah kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman. Dalam selimut udara yang sejuk dan hijaunya pemandangan, kawasan Merapi menjadi sarana healing yang tepat bagi para pemudik dari kota-kota besar.

Gunung berapi berkategori paling aktif di dunia tersebut terletak di ujung utara DI Yogyakarta yang berbatasan dengan sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Merapi menjulang 2.968 meter di atas permukaan laut.

Dari pusat Kota Yogyakarta, kawasan wisata Merapi berjarak sekitar 20 kilometer atau lebih kurang 45 menit berkendara. Kaliurang pun menjadi primadona pariwisata di lereng Merapi dengan kelengkapan fasilitas akomodasi berupa vila, hotel, dan penginapan.

Namun, beberapa tahun terakhir, aktivitas wisata yang juga digandrungi wisatawan adalah Jip Lava Tour Merapi. Wisatawan diajak menjelajahi sudut-sudut ekstrem nan cantik di kawasan lereng Merapi dengan kendaraan jip berpenggerak empat roda atau 4x4.

Jip terbuka itu melintasi jalan-jalan desa dan jalur offroad yang membelah hutan, bukit, serta sungai. Tentu saja, jangan lupa berhenti di spot-spot terbaik untuk berfoto atau membuat video di sepanjang perjalanan.

Tidak ada kenaikan tarif untuk libur Lebaran ini.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri mengatakan, tahun ini sebanyak 1.525 jip siap melayani wisatawan berlibur Lebaran. ”Tidak ada kenaikan tarif untuk libur Lebaran ini,” ujarnya.

Tarifnya dimulai dari Rp 400.000 per jip untuk rute pendek, Rp 600.000 untuk rute menengah, dan Rp 800.000 untuk rute panjang. Setiap jip dapat mengangkut maksimal empat penumpang.

Jejak erupsi

Masing-masing rute memiliki durasi trip berbeda. Untuk rute pendek, misalnya, durasinya 1,5-2 jam. Adapun rute menengah memakan waktu sekitar 3 jam dan rute panjang selama 4,5-5 jam.

Dardiri menjelaskan, setiap rute selalu menyuguhkan ”atraksi wajib” berupa manuver jip di sungai. Ini menjadi momen keseruan tersendiri karena mengocok adrenalin saat laju jip menciptakan semburat air ketika menerjang aliran sungai dangkal.

Baca JugaDIY Diprediksi Kedatangan 8,2 Juta Pemudik, Potensi Kemacetan Diantisipasi

Selain keseruan dan pemandangan alam selama perjalanan, setiap rute juga menyinggahi titik-titik menarik. Dardiri mengungkapkan, titik-titik itu di antaranya mengajak wisatawan menelusuri jejak erupsi Merapi di sepanjang rute.

Salah satunya adalah Batu Alien di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Ini bukanlah batu yang berasal dari luar angkasa, melainkan bongkahan material vulkanik yang terlontar hampir 7 kilometer jauhnya dari kawah Merapi saat erupsi pada 2010.

Selain itu, di rute menengah, titik persinggahan juga menyambangi Petilasan Mbah Maridjan, juru kunci Merapi yang wafat saat erupsi 2010. Petilasan itu merupakan bekas rumah tinggal Mbah Maridjan yang kini dijadikan museum dengan berbagai barang yang menjadi saksi kedahsyatan letusan kala itu.

Pada rute panjang, titik andalannya adalah Bukit Klangon. Bukit tersebut merupakan destinasi wisata yang jaraknya paling dekat dari puncak Merapi, yakni hanya 4 kilometer garis lurus. Saat cuaca cerah, puncak Merapi yang merekah tampak jelas dan terasa seperti hanya sepelemparan batu.

Wisatawan Jip Lava Tour Merapi bisa mencapai 20.000 orang setiap harinya.

Dardiri mengatakan, pada musim libur Lebaran tahun lalu, wisatawan Jip Lava Tour Merapi bisa mencapai 20.000 orang setiap harinya. ”Waktu itu kami sampai kesulitan mencari unit jip tambahan untuk memenuhi permintaan wisatawan yang datang mendadak,” ucapnya.

Karena itu, Dardiri pun mengimbau calon wisatawan untuk melakukan reservasi lebih dulu ke operator jip pilihan masing-masing. Hal ini untuk menghindari wisatawan kehabisan jip jika datang tanpa reservasi.

Warisan budaya

Setelah puas menikmati keseruan alam lereng Merapi, pilihan wisata selanjutnya mengajak pengunjung melambat untuk meresapi keindahan peninggalan budaya di Candi Prambanan. Kompleks candi berusia 1.200 tahun tersebut merupakan Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Candi Hindu terbesar di Indonesia itu terletak di perbatasan Sleman dengan Kabupaten Klaten, Jateng. Bagi pemudik tujuan DI Yogyakarta yang menggunakan Tol Trans-Jawa, candi ini berada di jalur akses utama, tepatnya di Jalan Nasional Yogyakarta-Solo yang terhubung dengan tol tersebut.

Baca JugaArus Mudik Menuju Yogyakarta Keluar di Gerbang Tol Prambanan

Candi Prambanan dibangun Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno pada 856 Masehi untuk menghormati Trimurti atau tiga dewa serangkai. Ketiganya adalah Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (penghancur).

Candi Siwa menjadi candi terbesar sekaligus tertinggi di Kompleks Candi Prambanan yang menjulang 47,6 meter. Total terdapat 240 candi berbagai ukuran di kompleks tersebut. Di dinding-dinding candi, terukir relief kisah Ramayana dan Krishnayana.

Direktur Komersial Injourney Destination Management Gistang Richard Panutur, beberapa waktu lalu, mengungkapkan, kunjungan ke Candi Prambanan pada periode libur Lebaran tahun ini diprediksi meningkat sekitar 5 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Injourney Destination Management mengelola Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Situs Ratu Boko.

Peningkatan itu salah satunya mengingat panjangnya masa libur Lebaran tahun ini, yakni mulai 14 Maret hingga 29 Maret atau 16 hari. Libur tersebut menggabungkan libur Sabtu-Minggu, work from anywhere, cuti bersama, libur Nyepi, dan libur Lebaran.

Baca JugaWisata Alam, Favorit Wisatawan Saat Liburan Lebaran

Gistang pun memperkirakan Candi Prambanan didatangi 127.000 pengunjung selama periode 20 Maret-29 Maret 2026. Karena itu, sejumlah antisipasi disiapkan pengelola.

Salah satunya adalah membuka bangunan candi untuk dinaiki pengunjung pada Senin, yang biasanya tutup. Jam terakhir pembelian tiket masuk pun diperpanjang dari biasanya pukul 17.00 WIB menjadi hingga pukul 18.00 WIB.

Gistang mengungkapkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seperti Polri, TNI, dan dinas perhubungan. Hal ini untuk memastikan pengelolaan arus kunjungan yang baik serta kesiagaan penanganan jika ada masalah darurat.

Kantong-kantong parkir pun dinilai masih memadai untuk menampung lonjakan kunjungan libur Lebaran. Namun, Gistang menyebut, pihaknya tetap menyiapkan kantong parkir cadangan jika nanti diperlukan.

Selamat berwisata!

Baca JugaWisata Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo: Hilirisasi Tetap Syarat Utama Investasi AS
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Michael Bambang Hartono Disemayamkan di Kudus, Warga Dipersilakan Sampaikan Doa
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Trailer vs Motor, Pengendara Meninggal
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Kalender Jawa Maret 2026 Pekan Keempat, Lengkap dengan Weton dan Penanggalan Hijriah
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen Lewat MBG hingga Perumahan Rakyat
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.