Malut United Gandeng Klub Portugal Benfica Gali Potensi Bibit Muda

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ternate: Malut United menggandeng klub asal Portugal untuk membangun pembinaan anak usia 7 hingga 9 tahun dengan 70 peserta. Prioritas diberikan kepada anak-anak yatim piatu maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

"Di training camp ini, kami siapkan fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal dan mendatangkan tim kepelatihan dari klub asal Portugal, SL Benfica, klub yang berbasis di Lisboa, Portugal," kata Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit saat peresmian Training Camp Malut United di Ternate seperti dilansir Antara, Senin, 23 Maret 2026.

Lebih lanjut, Dirk menjelaskan akademi ini akan diselenggarakan melalui kerja sama internasional dengan klub asal Portugal, SL Benfica. Klub yang berbasis di Lisboa tersebut akan memberikan dukungan dalam bentuk metodologi pelatihan, sistem pembinaan, serta pendampingan teknis secara langsung.

Menurutnya, kerja sama dengan Benfica menjadi langkah strategis untuk menghadirkan standar pelatihan sepak bola kelas dunia di Maluku Utara.

Berdasarkan penilaian CIES Football Observatory, Benfica pernah menempati peringkat pertama sebagai akademi unggulan dunia periode 2005–2006, mengungguli sejumlah klub besar lainnya seperti FC Barcelona, River Plate, Ajax Amsterdam, Sporting CP, Boca Juniors, dan Chelsea FC.
 

Baca Juga :

Suporter PSM Dilarang Hadir saat Bertandang ke Malut United, Ini Alasannya


Akademi ini merupakan bagian dari visi besar pemilik Malut United, David Glenn dan Kenneth Jeheiskel, yang ingin mencetak pemain sepak bola profesional dari Maluku Utara hingga mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Dirk Soplanit mengungkapkan pembangunan training camp Malut United tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tim utama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta sepak bola usia dini melalui Akademi Sepak Bola Malut United.

Dalam keterangannya, Dirk menyebutkan fasilitas di training camp tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, termasuk mes atau asrama bagi peserta akademi serta ruang belajar. Fasilitas ini tidak hanya mendukung pelatihan sepak bola, tetapi juga menunjang pendidikan formal para peserta.

Tidak hanya fokus pada aspek olahraga, akademi ini juga akan menekankan pembentukan karakter, akhlak, dan moral peserta. Untuk itu, pihak Malut United telah menjalin komunikasi awal dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara terkait penyelenggaraan pendidikan berbasis asrama.

"Konsep pendidikan tersebut direncanakan berbentuk pesantren bagi peserta Muslim, serta sistem pendidikan yang akan disesuaikan bagi peserta beragama Kristen," ujar Dirk.

Peluncuran resmi Akademi Sepak Bola Malut United sebelumnya direncanakan pada 7 Maret 2026 di Stadion Gelora Kie Raha, namun harus ditunda akibat kendala penerbangan internasional yang dipengaruhi situasi geopolitik global.

Hingga saat ini, pihak manajemen masih menunggu kepastian jadwal kedatangan tim pelatih dari Benfica sebelum menetapkan tanggal peluncuran baru.

Setelah peluncuran resmi, proses seleksi peserta akan dilakukan langsung oleh tim pelatih dari Benfica untuk memastikan kualitas dan potensi terbaik dari anak-anak yang mendaftar.

Sementara itu, Pembina Malut United Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan sepak bola di Malut merupakan salah satu olahraga yang paling digemari anak-anak muda Malut, khususnya di Kota Ternate.

Pembinaan terstruktur mulai dari usia dini hingga senior menjadi kunci, sehingga dalam olahraga harus ada pembinaan usia dini.

Ia menyatakan kondisi pulau Ternate yang kecil dengan penduduk yang padat, salah satu cara mewujudkan olahraga yang baik adalah dengan menyiapkan fasilitas olahraga. Dengan demikian, akan tercipta budaya sportif dan semangat, serta prestasi akan lahir dari anak-anak Malut yang menjadi cahaya dari timur.

Ia berharap falsafah dan budaya Marimoi Ngone Futuru yang berarti "bersama kami kuat" harus dilahirkan melalui prestasi. Ia mengajak semua pihak untuk menghindari sikap suka dan tidak suka serta menjunjung tinggi profesionalisme, apalagi Ternate sudah mengajarkan budi luhur yang telah tertanam sejak dahulu kala.

Sehingga, kata Saleh Mustafa yang juga Wakasad TNI-AD putra asli Maluku Utara ini, mengharapkan Malut United bisa melahirkan pelatih dan pemain yang bagus. Sepak bola merupakan salah satu olahraga terbesar di dunia yang bisa mengangkat martabat dan harga diri bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
30 Ribu Kendaraan Menuju Puncak Bogor Hari Ini, Meningkat Dibanding Kemarin
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 Dongkrak Ekonomi Nasional Lewat Efek Berganda
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Tangan Kanan Adolf Hitler Ini Diminta Benahi Ekonomi RI
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tips Menghadapi Arus Balik Mudik Lebaran 2026, Manfaatkan Posko Mudik & Bengkel Siaga
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Antrean Kendaraan Mengular di GT Prambanan Saat Libur Lebaran
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.