Bolehkah Niat Puasa Syawal Digabung Qadha Ramadhan? Buya Yahya Ungkap Caranya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Suasana Hari Raya Idul Fitri masih terasa hangat di tengah umat Islam yang kini memasuki bulan Syawal. Pada bulan ini, kaum muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal selama enam hari sebagai amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. 

Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal, sehingga muncul pertanyaan mengenai boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Bolehkah Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Begini Kata Buya Yahya
Purbaya Pede Ekonomi RI Tembus 5,7 Persen di Kuartal Pertama, Ini Alasannya

Puasa Syawal sendiri dikenal sebagai ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setelah Ramadan. Banyak umat muslim berlomba-lomba menunaikannya demi meraih pahala tambahan. Namun, bagi mereka yang masih memiliki utang puasa, muncul dilema antara mendahulukan qadha atau mengejar keutamaan puasa Syawal.

Dalam sebuah penjelasan yang disampaikan melalui tayangan YouTube Al Bahjah TV, pendakwah ternama Buya Yahya memberikan panduan yang jelas terkait hal tersebut. Ia menegaskan bahwa kewajiban mengganti puasa Ramadhan harus menjadi prioritas utama dibandingkan menjalankan puasa sunnah.

“Niatnya yang fardhu saja dulu. Niatnya mengqadha, tapi dapat puasa sunnahnya. Niatnya tidak perlu didobel, nggak sah,” ungkap Buya Yahya, dikutip Senin 23 Maret 2026.

Pernyataan ini menegaskan bahwa dalam praktiknya, niat puasa tidak boleh digabungkan antara qadha Ramadhan dan puasa Syawal. Hal ini sejalan dengan pandangan dalam mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa penggabungan niat untuk dua ibadah dengan hukum berbeda—fardhu dan sunnah—tidak dianggap sah.

Meski demikian, umat Islam tidak perlu merasa khawatir kehilangan kesempatan meraih pahala puasa Syawal. Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa qadha di bulan Syawal tetap memiliki peluang mendapatkan pahala tambahan dari amalan sunnah tersebut.

“Nggak perlu digabung sunnahnya. Tapi, Allah maha kasih. Karena puasa Anda puasa di hari sunnah, maka dapat bonus pahala sunnah,” ujarnya.

Dengan demikian, solusi yang dianjurkan adalah tetap berniat menjalankan puasa qadha sebagaimana mestinya. Tanpa perlu menggabungkan niat, seorang muslim tetap dapat meraih keutamaan berpuasa di bulan Syawal.

Baca Juga :
Dukung Perjalanan Finansial Pekerja Migran Indonesia, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
Khotbah Ma’ruf Amin di Balai Kota: Ramadan Bukan Cuma Ibadah, Tapi Bangun Ekonomi Umat
Banyak yang Keliru Memaknai Lebaran, Quraish Shihab Ingatkan Bahaya Dendam yang Diam-diam Menghancurkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blak-blakan Parbowo soal BoP: Keluar jika Tak Sejalan hingga Tak Komitmen Bayar Iuran
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Saham Barang Konsumsi Stabil, Sido Muncul Perluas Pasar Ekspor
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Hingga Kemarin, Baru 8,7 Juta Wajib Pajak yang Lapor SPT
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa Brigadir Fajar yang Meninggal Amankan Arus Mudik
• 42 menit laluliputan6.com
thumb
Pengamat Ungkap Ada Indikasi Tekanan Global Goyang Pemerintahan Prabowo, Sebut Skenario George Soros
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.