BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengingatkan warga yang ingin merantau ke Kota Bekasi agar mempersiapkan diri secara matang, terutama dari sisi keterampilan dan kondisi fisik.
"Bagi para pendatang, ya tentunya harus mempersiapkan skill, stamina, fisik, dan kesehatan yang baik," ujar Tri kepada awak media, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Wali Kota Bekasi Imbau Pemudik Jangan Tunda Pulang, Antisipasi Kemacetan Arus Balik
Ia menegaskan, pendatang harus siap menghadapi ketatnya persaingan kerja di Bekasi yang memiliki keterbatasan lapangan pekerjaan.
"Hendaknya mereka memiliki keterampilan, pegangan, dan sudah siap ya untuk kemudian 'bertarung'," kata dia.
Namun, ia menilai peluang tetap terbuka bagi mereka yang memiliki kesiapan.
"Tetapi tentu masih banyak peluang dan harapan," ucapnya.
Imbauan untuk pemudikTri juga mengimbau para pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi, untuk tidak menunda waktu kembali ke Kota Bekasi guna menghindari kepadatan saat arus balik Lebaran 2026.
"Pergunakan waktu secara cerdas sehingga tidak menumpuk pada hari-hari terakhir. Kalau perlu sejak awal sudah mempersiapkan diri," ujar Tri.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi lonjakan kendaraan. Salah satunya melalui penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan arteri.
Menurut dia, skema tersebut bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama berdasarkan volume kendaraan.
"Sudah kami siapkan beberapa ruas jalan. Baik Plan A, hingga Plan 1, 2, dan 3. Mana yang kemudian ditutup, diarahkan, diberikan prioritas untuk mengantarkan para pemudik kembali ke rumahnya masing-masing," ungkap Tri.
Tri menambahkan, pemerintah daerah akan tetap bersiaga selama periode Lebaran guna memastikan kelancaran arus lalu lintas, baik saat mudik maupun arus balik.
Baca juga: 927 Warga Binaan Lapas Bekasi Dapat Remisi Idul Fitri 1447 H, 8 Langsung Bebas
Ia juga menekankan pentingnya faktor keselamatan selama perjalanan. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas kerap dipicu oleh faktor pengemudi dan kondisi kendaraan.
"Dan di beberapa wilayah kondisi jalan juga belum sepenuhnya baik," ujarnya.
Masyarakat diimbau memastikan kondisi fisik tetap prima serta kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan.
"Sehingga saya kira hati-hati betul terkait dengan kendaraan yang digunakan dan juga pastikan dalam kondisi yang sehat, termasuk kendaraannya," kata Tri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




