JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang memperlihatkan warga ramai-ramai menangkap dan mengeroyok pria diduga pencuri motor viral di media sosial pada Senin (23/3/2026).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojakarta30, tampak warga berkerumun mengelilingi seorang pria yang dalam kondisi menelungkup di jalan dan pakaiannya sudah terlucuti.
Terlihat beberapa pria mencegah warga yang hendak menendang dan memukul kepala pria terduga pencuri tersebut.
Pria itu lantas dibawa ke sebuah mobil oleh sejumlah pria yang disebut petugas kepolisian.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @infojakarta30, terduga pencuri itu sudah sempat diganjar 'salam olahraga' (pukulan tangan) dari warga yang mengeroyoknya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pak Ogah yang Keroyok Pemotor di Pesing Jakbar
Saat dikonfirmasi, Plg Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Iptu Heri Moko, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Heri, peristiwa terjadi Minggu (22/3/2026) pukul 23.00 WIB di dekat Pasar Tasik, Kelurahan Kebon Jahe, Gambir, Jakarta Pusat.
Adapun pria yang dikeroyok merupakan RW (26).
"Mulanya warga curiga saat ada seorang pria yang mondar-mandir di depan rumah warga. Saat ditanya, pria tersebut tampak kebingungan," tutur Heri saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/3/2026).
Warga semakin curiga lantaran pria tersebut tidak dikenali oleh penduduk sekitar. Pria itu juga tidak bisa menunjukkan KTP ketika ditanya oleh warga.
Oleh karena itu, sejumlah warga memutuskan membawa pria tersebut ke pos keamanan di kelurahan setempat dengan dibonceng sepeda motor.
Baru berjalan beberapa meter, tiba-tiba RW meloncat dan mencoba melarikan diri.
"Diduga RW panik dan takut. Sehingga loncat. Warga langsung mengejar dan salah satu ada yang berteriak 'maling, maling' ".
"Setelahnya, warga lain yang ada di jalan ikut mengejar RW dan kemudian dia tertangkap. Karena warga sudah kesal, akhirnya melampiaskan kepada RW," tutur Heri.
Heri membenarkan bahwa warga sempat memukul RW. Polisi kemudian datang ke lokasi dan melerai kerumunan serta membawa RW ke Polsek Gambir.
"Namun, sebelum dibawa ke Polsek, RW dibawa ke RS Polri dulu untuk pengobatan. Karena kepalanya terluka, sempat mendapat beberapa jahitan," tutur Heri.