Strategi ASDP Urai Kepadatan Arus Balik

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Cilegon

Kendaraan Besar Dialihkan ke Pelabuhan Bojonegara Guna Menjaga Kelancaran Lintas Merak–Bakauheni

ASDP Indonesia Ferry  resmi melakukan penyesuaian operasional dengan mengalihkan pelayanan kendaraan logistik dan golongan besar ke Pelabuhan BBJ Bojonegara, Yang diterapkan mulai  hari ini Senin 23 hingga 29 Maret 2026 guna mengantisipasi eskalasi volume kendaraan pada periode arus balik Lebaran.

Kebijakan tersebut secara spesifik menyasar kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX. Sementara itu, Pelabuhan Merak tetap diprioritaskan untuk melayani kendaraan penumpang, bus, serta sepeda motor. Keputusan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya mobilitas masyarakat yang diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.

Dalam rilis resminya ASDP  menegaskan bahwa redistribusi beban kendaraan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan distribusi arus lalu lintas tetap merata, Guna keseimbangan beban antar-pelabuhan sangat krusial untuk menjaga stabilitas operasional di lintasan tersibuk Jawa–Sumatera.

"Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder," ujar  Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan resminya, Senin 23 Maret 2026.

Selain pengalihan rute, manajemen ASDP mengoptimalkan skema delaying system di zona penyangga (buffer zone) dan menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). 

Mekanisme ini dirancang untuk mempercepat rotasi kapal dan meminimalisir waktu tunggu di dermaga. Pengawasan dilakukan secara real-time melalui Port Operational Control Center guna memantau dinamika di titik-titik kritis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Evaluasi dan Optimalisasi Layanan

Berdasarkan data akumulatif hingga hari raya, ASDP mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor penyeberangan. Jumlah penumpang mencapai 2,59 juta orang, meningkat 5,4% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Selaras dengan itu, volume kendaraan juga naik 7,2% dengan total mencapai 667.526 unit.

Meski demikian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan catatan khusus terkait efisiensi di lapangan. 

Menhub menyoroti bahwa pola TBB perlu diperluas cakupannya hingga ke lebih banyak dermaga untuk mendongkrak kapasitas layanan secara maksimal.

"Penerapan mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) belum optimal karena baru maksimal di tiga sampai empat dermaga. Ke depan, sistem ini harus diperluas hingga lima atau enam dermaga," tegas Menhub Dudy.

Pemerintah juga mendorong perbaikan manajemen di kawasan penyangga seperti Indah Kiat, termasuk rencana pelebaran akses untuk mencegah titik pertemuan arus (bottleneck). 

Dari sisi digitalisasi, sistem tiket Ferizy tetap diperketat dengan basis satu NIK satu tiket guna menjamin ketertiban dan mengeliminasi praktik percaloan di pelabuhan.

Hingga saat ini, ketersediaan tiket penyeberangan untuk periode arus balik masih berada di angka 98,66%, yang mengindikasikan bahwa kapasitas angkut masih cukup memadai untuk menampung pergerakan penumpang pasca-lebaran.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Papua Tebar Kado Lebaran: Diskon Pajak Kendaraan hingga 30 Persen
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terbaru! Iran Rilis Video Cegat F-15 AS di Hormuz, Israel Hancurkan Jembatan Lebanon
• 31 menit lalukompas.tv
thumb
Kapolsek Ciawi Terobos Macet di Jalur Puncak Bogor, Bantu Ibu Hamil yang Akan Melahirkan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Evaluasi Mudik Usai, Menhub Fokus Benahi Arus Balik Penyeberangan Sumatra–Jawa
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
5 Zodiak Paling Posesif dalam Hubungan, Kamu Termasuk?
• 20 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.