Sebanyak 70,66 persen atau 248 pembaca kumparan memilih memakai baju lama untuk dipakai saat merayakan Idul Fitri 2026. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 11 sampai 19 Maret 2026.
Total ada sebanyak 351 responden yang menjawab polling ini. Sementara itu, terdapat 25,07 persen atau 88 pembaca yang membeli baju baru untuk lebaran tahun ini. Sisanya, 4,27 persen atau 15 pembaca tetap membeli baju baru, tetapi dengan cara thrifting.
Sejak lama, lebaran Idulfitri sangat identik dengan membeli baju baru. Bagi sebagian orang, membeli baju baru untuk Lebaran sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ada pergeseran pola pikir oleh masyarakat gen Z dan milenial terkait pembelian baju lebaran.
Menurut laporan yang dirilis oleh Populix pada Maret 2026, terungkap bahwa 30 persen gen Z dan milenial tidak terlalu mengutamakan beli baju baru untuk lebaran. Jawaban ini diperoleh dari survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden, meliputi 51 persen gen Z dan 49 persen milenial.
Sebanyak 30 persen gen Z dan milenial itu menegaskan, baju lebaran tidak harus baru. Yang penting, pakaian yang mereka kenakan di Hari Raya itu layak dan pantas. Mereka juga lebih mementingkan kondisi keuangan. Sementara 26 persen responden menegaskan, jika kondisi keuangan mereka baik, mereka akan baru akan membeli baju.
“Meskipun hampir sepertiga masih mengidentikkan Idulfitri dengan baju baru, mayoritas Gen Z dan Milenial kini memiliki pandangan lain. Mereka cenderung mementingkan kelayakan dan kondisi keuangan dibandingkan harus memaksakan untuk membeli baru,” ucap Research Director Populix, Susan Adi Putra, dalam keterangan resmi.





