TEL AVIV, KOMPAS.TV - Serangan Israel ke Iran disebut sebagai upaya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu demi memperbaiki citra dirinya..
Bahkan hal itu disebut juga demi hindari dirinya melakoni pemilihan umum (pemilu).
Netanyahu bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Iran Balas Ancaman Trump, bakal Tutup Selat Hormuz Sepenuhnya Jika Fasilitas Energi Diserang
Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabatnya.
Namun dikutip dari The Guardian, Minggu (22/3/2026), banyak warga Israel percaya Netanyahu melakukan penggulingan rezim Iran, atau menghancurkan kemampuan militernya dengan maksud lain.
Mereka menilai itu menjadi peluang Netanyahu untuk membujuk para pemilih agar mempertimbangkan kembali warisannya dalam pemilu.
“Sejauh yang Netanyahu ketahui, jalan menuju tempat pemungutan suara melewati Washington dan Teheran,” sebut seorang menteri yang dekat dengan Netanyahu kepada Haaretz, tak lama sebelum perang dengan Iran dimulai.
“Menghancurkan poros kejahatan Iran adalah langkah yang diasumsikan Netanyahu, setelah 7 Oktober, akan memulihkan citranya,” tambahnya.
Elektabilitas Netanyahu memang dilaporkan menurun setelah perang Israel di Gaza tak juga usai.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Guardian/ TheTimes of Israel
- benjamin netanyahu
- israel
- pemilu
- memperbaiki citra diri
- iran
- serangan israel ke iran





