Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan temuan penyakit campak di Indonesia telah mencapai 10.301 kasus terkonfirmasi hingga pertengahan Maret 2026. Data tersebut mencakup 13.046 suspek dengan angka kematian sebanyak delapan jiwa, serta tercatat adanya 54 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 37 kabupaten/kota di 13 provinsi.
“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas," ujar Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, dalam keterangan resmi yang dikutip Media Indonesia pada Senin, 23 Maret 2026.
Baca Juga :
H+2 Lebaran, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Mulai MembeludakMeski tren menunjukkan penurunan sejak akhir Februari, dr. Andi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Imunisasi Kejar Campak-Rubella (MR) di wilayah terdampak maupun zona berisiko.
Program imunisasi ini diberikan secara gratis di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan. Layanan ini disediakan di berbagai titik strategis agar mudah dijangkau, mulai dari Puskesmas, Posyandu, sekolah (TK/PAUD), tempat ibadah, hingga tersedia di pos pelayanan mudik Lebaran.
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id/Istimewa.
Pemerintah menjamin ketersediaan stok vaksin MR nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Vaksin yang digunakan telah melewati evaluasi ketat serta mengantongi izin edar dari Badan POM, sehingga dipastikan aman, bermutu, dan efektif melindungi anak-anak dari risiko campak dan rubella.
Masyarakat pun diimbau untuk segera membawa anak-anak mereka ke pos layanan kesehatan terdekat guna mendapatkan perlindungan imunisasi, terutama di tengah tingginya mobilitas warga pada periode bulan Maret ini.




