KETEGANGAN di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran mengeluarkan peringatan keras akan memasang ranjau di seluruh jalur komunikasi di Teluk Persia.
Ancaman itu muncul sebagai respons jika Amerika Serikat (AS) atau sekutunya nekat menyerang pesisir maupun pulau-pulau milik Teheran.
Pernyataan resmi Dewan Pertahanan Nasional Iran menyebutkan bahwa satu-satunya cara untuk melewati jalur perairan tersebut adalah dengan melakukan koordinasi langsung dengan pihak Iran, khususnya bagi negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik.
Baca juga : Operasi True Promise 4: Iran Klaim 200 Pasukan AS Tewas dan Terluka
Langkah itu menyusul pernyataan pejabat militer dan keamanan Iran yang sebelumnya juga memperingatkan potensi serangan balasan terhadap pembangkit listrik jika AS merealisasikan ancamannya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan penguasaan Pulau Kharg.
Pulau yang terletak sekitar 24 kilometer dari pesisir utara Iran tersebut merupakan aset vital yang menampung fasilitas penyimpanan dan pompa minyak yang mengelola 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut.
Baca juga : PKS Dukung Keputusan Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan ke Gaza
Di sisi lain, Tiongkok mendesak semua pihak yang terlibat dalam konfrontasi militer ini untuk segera menghentikan operasi demi mencegah "lingkaran setan" yang lebih destruktif.
Beijing memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan menjerumuskan seluruh kawasan ke dalam kekacauan yang tidak terkendali.
"Jika permusuhan terus meningkat dan situasi semakin memburuk, seluruh kawasan akan terjerumus ke dalam kekacauan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.
Menurutnya, penggunaan kekuatan militer tidak akan menyelesaikan masalah dan perang ini seharusnya tidak perlu terjadi sejak awal. (H-3)





