JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Resmob Polda Metro Jaya mendalami dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan Warga Negara Irak, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, terhadap mantan istri sirinya sekaligus cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, Dwintha Anggary.
“Saat ini penyidik dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini,” kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Fechy menjelaskan, pendalaman ini berangkat dari temuan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Fuad beberapa kali tertangkap kamera bolak-balik di sekitar kontrakan korban dan rumahnya yang masih dalam satu wilayah sebelum pembunuhan atau Kamis (19/3/2026) malam.
Fechy mengatakan, ada jeda cukup lama setelah Fuad kembali ke rumahnya sampai bertolak ke rumah Dwintha lagi.
Dari rekaman CCTV, terlihat Fuad naik sepeda motor berhenti di depan rumah Dwintha pukul 20.42 WIB. Berselang dua menit, dia berbalik lagi menuju rumahnya.
Rekaman CCTV yang sama kemudian menunjukkan Fuad berlari dari rumah korban membawa karpet pada Jumat (20/3/2026) pukul 00.09 WIB.
“Kami menemukan ada jeda waktu cukup lama pada saat tersangka kembali ke rumah dan kembali lagi menuju TKP,” tutur Fechy.
Menurut pengakuan Fuad, ia menghabisi nyawa Dwintha karena cemburu sang mantan istri diduga dekat dengan pria lain. Namun, saat ini polisi masih mendalami kemungkinan motif lainnya.
Untuk sementara waktu Fuad dijerat Pasal 458 subsider 468 KUHP tentang pembunuhan. Ia terancam hukuman penjara selama 15 tahun.
Baca juga: WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Sempat Hendak Bunuh Diri Usai Ditolak Rujuk
Sebelumnya diberitakan, Dwintha yang merupakan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya. Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal.
"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.
Menurut keterangan keluarga, Fuad yang merupakan warga negara Irak sempat beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban sehari sebelum kejadian.
Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




