Delegasi Amerika Serikat dan Ukraina menyelesaikan hari kedua pembicaraan untuk mencari jalan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun dengan Rusia. Namun pembicaraan damai cukup tersendat oleh fokus terhadap perang di Iran.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan pentingnya menjaga fokus internasional terhadap konflik dengan Rusia. Ia mengeluhkan bagaimana perhatian global saat ini banyak tertuju pada situasi di Timur Tengah.
Baca Juga: Begini Situasi Terbaru Selat Hormuz, Membuat Kian Panas Konflik Amerika Serikat dan Iran
“Amerika Serikat lebih fokus dengan perangnya melawan Iran. Namun Perang Rusia-Ukraina juga harus diakhiri,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Zelensky menyebut ada indikasi bahwa pertukaran tawanan perang dapat kembali dilakukan dalam waktu dekat. Ia menilai hal tersebut sebagai tanda bahwa jalur diplomasi masih berjalan.
“Ini akan menjadi kabar baik dan bukti bahwa diplomasi bekerja,” katanya.
Namun, Zelensky tidak merinci kelanjutan pembicaraan, termasuk waktu dan lokasi pertemuan berikutnya. Ia juga mendesak sekutu untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia.
Ia berharap dunia bisa melakukan pengetatan sanksi ekonomi, penindakan terhadap “shadow fleet” kapal tanker dan pembatasan pendapatan minyak dari Rusia. Menurutnya, armada kapal tanker bayangan negara tersebut, yang digunakan untuk menghindari sanksi, tidak boleh dibiarkan beroperasi bebas.
Perwakilan Rusia sendiri tidak hadir dalam perundingan yang berlangsung ini. Padahal mereka sebelumnya dijadwalkan ikut serta dalam pembicaraan yang semula direncanakan berlangsung di Abu Dhabi.
Baca Juga: Waspada Krisis Kemanusiaan, Timur Tengah Dibuat Membara Adu Tekanan Amerika Serikat dan Iran
Pembicaraan ini mencerminkan kompleksitas geopolitik saat ini, di mana konflik besar terjadi secara bersamaan di beberapa kawasan. Fokus Amerika Serikat kini terbagi antara Timur Tengah dan Eropa Timur.





