Militer AS Serang Fasilitas Nuklir Iran, Israel Nyatakan Akan Tingkatkan Serangan

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesa. Pada Sabtu (21/3/2026), pihak Iran mengakui bahwa salah satu fasilitas nuklirnya telah diserang oleh serangan udara militer Amerika Serikat. Badan Energi Atom Internasional menyatakan bahwa tingkat radiasi di sekitar fasilitas tersebut tidak meningkat dan tidak menimbulkan risiko bagi warga setempat. 

Sementara itu, Israel mengumumkan akan meningkatkan intensitas serangan militer terhadap Iran dalam sepekan ke depan, serta melanjutkan operasi penargetan terhadap komandan militer Iran.

Menurut kantor berita Tasnim Iran, Amerika Serikat dan Israel pada pagi hari itu melancarkan serangan terhadap fasilitas pengayaan uranium Natanz yang terletak di Iran bagian tengah. Ada laporan yang menyebutkan bahwa militer AS kemungkinan menggunakan bom penghancur bunker (bunker-buster).

Badan Energi Atom Internasional kemudian menyatakan sedang menyelidiki situasi tersebut, dan mengutip pejabat Iran yang mengatakan bahwa tidak terjadi kebocoran radioaktif, sehingga warga di sekitar tidak menghadapi risiko.

Natanz merupakan salah satu lokasi pengayaan uranium paling penting di Iran, terletak sekitar 220 kilometer dari Teheran. Dalam “Perang Dua Belas Hari” pada Juni 2025, Amerika Serikat pernah menjatuhkan lebih dari selusin bom penghancur bunker jenis GBU-57 ke fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz dan Fordow. 

Pada awal konflik kali ini, Natanz juga sempat diserang dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Di saat yang sama, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa dalam seminggu ke depan, militer AS dan Israel akan meningkatkan serangan terhadap “rezim teroris Iran dan infrastruktur yang didukungnya.” Ia menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan operasi penargetan terhadap komandan militer Iran guna melemahkan kemampuan strategisnya, hingga semua ancaman terhadap Israel dan kepentingan AS di kawasan tersebut dihilangkan.

Pada hari yang sama, Iran meluncurkan dua rudal balistik ke pangkalan militer gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia. Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, rudal tersebut gagal mencapai target—satu rudal mengalami kegagalan di tengah penerbangan, sementara yang lainnya berhasil dicegat oleh kapal militer AS. Waktu pasti peluncuran rudal tersebut masih belum jelas.

Insiden ini memicu perhatian terhadap jangkauan rudal Iran. Diego Garcia berjarak sekitar 3.800 kilometer dari Iran, sementara jangkauan rudal jarak menengah Iran umumnya diperkirakan sekitar 2.000 kilometer.

Perlu dicatat bahwa sehari sebelumnya, Inggris baru saja menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia oleh militer AS untuk melancarkan serangan terhadap “target Iran yang mengancam keamanan pelayaran di Selat Hormuz.” (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Amerika Serikat Kacau Gegara Shutdown Pemerintah
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
WN Irak Taruh Pisau di Tumpukan Sepatu Usai Sayat Leher Cucu Mpok Nori
• 3 jam laludetik.com
thumb
20 Juta Pengguna, Indonesia Masuk Top 10 Pasar Kripto Global
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
PELNI Prediksi Puncak Arus Balik 2 April, 27 Ribu Penumpang Diperkirakan Membludak
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Puasa Syawal 2026, Keutamaan, dan Niatnya
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.