Pantau - Iran memperingatkan akan melakukan balasan lebih luas termasuk menargetkan pembangkit listrik di negara yang menjadi lokasi pangkalan Amerika Serikat jika Washington menyerang fasilitas energi Iran, sebagaimana disampaikan Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pada Minggu (22/3).
Ancaman Balasan dan Penutupan Selat HormuzPernyataan tersebut muncul sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana menargetkan infrastruktur energi Iran.
Markas Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa pembangkit listrik di negara yang menampung pangkalan militer AS akan dianggap sebagai target sah jika serangan terhadap Iran benar-benar terjadi.
"Iran akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela kepentingan nasionalnya," ungkap pernyataan resmi tersebut.
Iran juga menyebut Selat Hormuz saat ini masih berada dalam "pengawasan cerdas" dan tetap dibuka terbatas untuk lalu lintas yang dianggap tidak berbahaya.
Namun, Iran memperingatkan bahwa jika ancaman AS direalisasikan, penutupan total Selat Hormuz akan dilakukan hingga fasilitas yang rusak berhasil dipulihkan.
Target Serangan Meluas ke Infrastruktur dan Sekutu ASSelain penutupan Selat Hormuz, Iran mengancam akan melancarkan serangan skala besar terhadap infrastruktur listrik, energi, dan komunikasi Israel.
Iran juga menyatakan akan menargetkan perusahaan-perusahaan regional yang memiliki keterkaitan dengan modal AS sebagai bagian dari langkah balasan.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi untuk menekan kepentingan ekonomi dan militer AS beserta sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan melalui media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting, yang mengutip sikap resmi militer negara tersebut.




