Iklim Global Memburuk, Siap-Siap Rekor Suhu Terpanas di 2027

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres di KTT ASEAN, Kamis, (7/9/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorology Organization/WMO) yang berada di bawah PBB melaporkan bahwa keseimbangan iklim bumi saat ini berada pada tingkat terburuk dalam sejarah. Bumi mulai menyerap jauh lebih banyak energi panas daripada yang dapat dilepaskan akibat tingginya emisi gas rumah kaca seperti karbondioksida.

Melansir BBC International, kondisi tersebut diprediksi akan semakin mendesak dalam waktu dekat.


Para ilmuwan WMO memproyeksikan kemunculan fase pemanasan alami El Nino pada paruh kedua tahun 2026. Jika digabungkan dengan tren pemanasan akibat aktivitas manusia, fenomena tersebut berpotensi mendorong suhu global mencapai rekor tertinggi baru pada 2027 mendatang.

Baca: Mengapa Dunia Jatuh Cinta pada Kopi Indonesia? Apa Rahasianya?

Merespons laporan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak seluruh negara untuk segera beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Tidak lain, hal itu untuk mewujudkan keamanan iklim, keamanan energi, dan keamanan nasional.

"Bumi sedang didorong melampaui batasnya. Setiap indikator iklim utama menyala merah," kata Guterres dilansir BBC International, Senin (23/6/2026).

Fenomena ketidakseimbangan energi yang memecahkan rekor tersebut telah memanaskan lautan ke tingkat tertinggi pada tahun lalu dan terus mencairkan lapisan es di kutub. Situasi itu diperkirakan akan menjadi semakin genting karena para ilmuwan memantau potensi fase pemanasan alami El Nino yang diprediksi akan terbentuk pada paruh kedua tahun 2026 ini.

"Jika kita beralih ke El Nino, kita akan melihat peningkatan suhu global lagi, dan berpotensi mencapai rekor baru," kata Ilmuwan WMO John Kennedy.

Baca: Prabowo Beberkan Awal Mula RI Diajak Masuk Board of Peace Trump

WMO mencatat, 11 tahun terakhir merupakan periode terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1850. Pada 2025 lalu, suhu udara rata-rata global tercatat sekitar 1,43 derajat Celcius di atas level pra-industri.

Lebih dari 90% energi panas berlebih tersebut diserap oleh lautan. Imbasnya, panas yang tersimpan di lapisan atas lautan global mencapai rekor tertinggi baru pada tahun lalu.

Kondisi tersebut turut merusak ekosistem laut, memicu badai yang lebih intens, serta mempercepat pencairan gletser dan es di kutub yang berdampak pada kenaikan permukaan air laut.

"Aktivitas manusia semakin mengganggu keseimbangan alami dan kita akan hidup dengan konsekuensi ini selama ratusan dan ribuan tahun," jelas Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Muncul Godzilla El Nino! Jawa Diserang Suhu Panas Mendidih-Hujan Seret

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Mana Letak Kemanusiaan di Tengah Perang?
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Pengunjung Plaza Medan Fair Naik 25% di Hari Ke-2 Idul Fitri
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Pantai Ancol Dipadati Wisatawan di H+2 Lebaran, Akses Masuk Sempat Macet
• 47 menit laluidxchannel.com
thumb
BREAKING NEWS: Trump Batalkan Serangan ke Iran
• 37 menit lalurepublika.co.id
thumb
Peta Kekuatan Militer 6 Negara Teluk: Siapa Paling Ganas Jika Perang?
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.