jpnn.com, JAKARTA - Krisis ekonomi tidak bisa menghentikan program MBG atau makan bergizi gratis. Presiden Prabowo Subianto beralasan sumber dananya ada.
"Kalau minta MBG dihentikan tidak akan saya hentikan, karena Anda tidak pernah melihat anak-anak kelaparan," kata Prabowo di YouTube akun Prabowo Subianto, Senin (23/3).
BACA JUGA: Hadapi Krisis, Eddy Soeparno Dukung Upaya Prabowo Percepat Transisi Energi
Prabowo menceritakan, bagaimana dia sering melihat anak-anak kurang gizi dan kelaparan. Padahal, mereka ini calon penerus bangsa.
Dia yakin melalui MBG yang juga merupakan salah satu program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bisa meningkatkan human capital.
BACA JUGA: Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
'Di akhir nanti akan ada 31 ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan bila jalan sesuai rencana dampaknya besar bagi Indonesia," ucapnya.
Menurut Prabowo, setiap SPPG akan merekrut minimal 50 pekerja, sehingga lebih dari 1,5 juta orang yang mendapatkan pekerjaan.
BACA JUGA: Ketua DPD RI Sultan Apresiasi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Korban Banjir Sumatra
Belum lagi untuk penyediaan bahan baku makanan akan menggerakkan ekonomi mikro yang notabene dikelola rakyat.
Lantas dari mana dana MBG, Prabowo mengatakan sumbernya banyak. Ia mengaku lebih ikhlas dana itu digunakan untuk membayar makanan anak-anak miskin daripada dikorupsi
"Sumber dana kita banyak, cuma banyak yang dikorupsi. Itu yang mulai saya pangkas melalui efisiensi anggaran," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, program MBG sudah mendapatkan pengakuan dunia, bahkan Amerika Serikat mempelajari sistem di Indonesia. MBG merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak besar bagi Indonesia. (esy/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad




