Mendagri sekaligus sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian menyebut, pengungsi yang tinggal di tenda pengungsian bencana Sumatera nyaris tidak ada.
Sejumlah provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumut dan Sumbar pada awal 2026 lalu diterpa bencana banjir. Warga terdampak tinggal di tenda-tenda pengungsian yang disediakan oleh pemerintah.
“Bahwa spesifik untuk pengungsi yang di tenda itu mendekati 100 persen mereka tidak di tenda,” ujar Tito saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3).
Di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, bahkan seluruh pengungsi disebut sudah tidak lagi berada di tenda.
“Sumatera Barat itu sudah nol, tidak ada lagi pengungsi di tenda. Dari 105 ribu sebelumnya, sekarang sudah nol. Sumatera Utara juga per 23 Maret sudah tidak ada lagi,” kata Tito.
Sementara itu, di Aceh masih terdapat sisa pengungsi dalam jumlah kecil. Namun, pemerintah telah menyiapkan skenario penanganan, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat serta penyaluran bantuan dana.
Menurut Tito, capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI-Polri, hingga organisasi nonpemerintah.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa capaian mendekati 100% ini tidak boleh disalahartikan sebagai kondisi pemulihan bencana secara keseluruhan.
Ia mengingatkan, masih ada sejumlah sektor yang belum sepenuhnya pulih, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, hingga normalisasi sungai yang membutuhkan waktu lebih lama.
“Jadi bukan berarti semua aspek sudah pulih. Yang mendekati 100% itu adalah pengungsi yang sudah tidak lagi tinggal di tenda saat Lebaran,” tegasnya.





