Fuad, pelaku pembunuhan terhadap Dwintha Anggary (37), cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, mengungkapkan pelaku sempat berupaya menghilangkan jejak dengan berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya berhasil diamankan.
"Pelaku sempat berpindah-pindah tempat, dari wilayah Bogor hingga Sukabumi," kata Resa dalam keterangannya, dikutip Senin (23/3).
Pelaku ditangkap dalam bus saat ingin pergi ke Pulau Sumatera di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, pada Sabtu (21/3) siang sekitar pukul 12.49 WIB.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkap ada dugaan motif asmara di balik pembunuhan Dewintha.
"Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau,” ujar Alfian.
Sementara keluarga Dwintha, mengungkapkan bahwa Fuad sosok yang cemburuan. “Dia [pelaku] agak cemburuan. Jadi almarhum enggak boleh komunikasi sama yang lain, kayak dikekang,” kata Dian yang merupakan kakak korban, kemarin.
Menurut Dian, sikap tersebut semakin terlihat saat Dwintha mulai aktif bekerja dan memiliki banyak teman, termasuk rekan kerja laki-laki.
Tak hanya itu, keluarga juga mengungkap bahwa Fuad masih terus berupaya mendekati korban meski hubungan keduanya telah berakhir. Ia disebut kerap mengajak Dwintha untuk kembali rujuk.





