JAKARTA, KOMPAS.com - Inah (47), pemudik yang akan berangkat ke Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (23/3/2026), merasa sedih lantaran tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah.
Pada Senin siang, Inah bersama putrinya bersiap mudik ke kampung halaman suaminya di Nganjuk dengan berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Suami Inah telah lebih dulu berangkat sebelum Idulfitri, sementara ia menunggu putrinya mendapatkan cuti kerja.
“Mau berangkat ke Nganjuk. Nunggu anak saya cuti habis Lebaran dapatnya. Kita nyusul bapaknya, mau ketemu mertua di kampung,” tutur Inah.
Baca juga: Tak Ada Lebaran, Hanya Puing Rumah Hangus bagi Korban Kebakaran Tambora
Setelah mengatakan hal itu, mata Inah berkaca-kaca. Ia menyeka air mata yang jatuh, lalu bercerita bahwa dirinya sudah dua tahun tidak pulang ke Tegal.
Ia mengaku rindu kampung halaman, terutama karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia.
“Saya kangen mudik ke Tegal sebenarnya. Dan kangen bertemu orangtua saya. Kangen masakan sayur Lebaran ibu saya,” ujarnya.
“Sekarang ini gantinya kangen bertemu mertua. Ngantar anak ketemu kakek-neneknya,” lanjutnya.
Baca juga: Waspada Macet! Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Ini Jadwalnya
Di tengah rasa sedih tersebut, Inah juga menyampaikan harapannya agar pemerintah menambah jumlah kereta api untuk mengakomodasi lonjakan pemudik.
Ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan tiket sebelum Lebaran.
“Pas mau cari online, sulit. Akhirnya ada satu dan dipakai bapak pulang duluan. Saya sama anak dapat tiket belakangan dan harganya sudah mahal,” tutur Inah.
Untuk perjalanan ke Nganjuk, Inah dan putrinya mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,4 juta.
Baca juga: Link CCTV Cek Arus Balik Lebaran 2026 Real Time, Jalan Tol dan Non Tol
Sulit Dapat Tiket Sebelum LebaranKesulitan mendapatkan tiket sebelum Lebaran juga dialami Kasirin (56) dan Marsini (54), pasangan suami istri yang hendak mudik ke Bantul, Yogyakarta, pada hari yang sama.
Keduanya mengaku sudah mencoba memesan tiket sejak sebulan sebelumnya, namun tidak mendapatkan jadwal keberangkatan sebelum Idulfitri.
“Kami sudah sebulan sebelumnya cari tiket lewat aplikasi. Tapi tidak dapat untuk sebelum Idul Fitri. Ya sulit carinya, tulisan di aplikasi sudah habis,” tutur Kasirin.
“Akhirnya dapat buat tanggal 23 ini. Ya enggak apa-apa lah, malah mudik pas waktu stasiun lebih sepi,” lanjutnya.
Baca juga: Sengsara Warga Tambora, Tinggal di Rumah Tanpa Dinding dan Pintu Usai Kebakaran
Pasangan yang merupakan warga Penggilingan, Jakarta Timur, itu mengaku rutin mudik ke Bantul untuk menjenguk orangtua mereka.
Namun, pada tahun ini anak-anak mereka tidak ikut karena keterbatasan tiket.
“Kadang anak ikut, kadang tidak. Tahun ini susah tiketnya, jadi mereka tidak ikut,” ungkap Kasirin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




