JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berencana menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional arus balik pada 24 Maret 2026 mulai dari KM 414 hingga KM 70.
Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Pol Marupa Sagala menyebut saat ini arus balik Lebaran sudah mulai terlihat.
Baca Juga: Kemenhub: Jumlah Pemudik Angkutan Umum Naik 8,58 Persen Dibanding Idulfitri 2025
“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap,” katanya mengutip keterangan tertulis Humas Polri, Senin (23/3/2026).
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap."
Sebagai langkah antisipasi penumpukan kendaraan, Polri bersama stakeholder terkait seperti Kemenhub, Jasa Marga, dan Jasa Raharja telah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Di antaranya dengan menerapkan contraflow serta one way lokal dan nasional. Rencananya, sistem one way nasional akan diterapkan pada 24 Maret 2026 mulai dari KM 414 hingga KM 70.
Ia juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan jalur alternatif seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang akan digratiskan pada segmen tertentu selama Operasi Ketupat 2026.
Dalam keterangan tersebut, juga disampaikan memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, pihaknya terus mengintensifkan pengawalan arus lalu lintas masa Lebaran.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- arus balik
- arus balik lebaran 2026
- polri
- one way
- rekayasa lalu lintas
- lebaran 2026





