JELAJAH LEBARAN 2026: Livin' by Mandiri Jadi Andalan di Sentra Oleh-oleh Yogya

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Berkunjung ke Kota Yogyakarta terasa belum lengkap jika belum membeli oleh-oleh khas setempat.
 
Seperti diketahui, Yogyakarta merupakan kota pelajar karena jutaan pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru negeri, datang untuk mengenyam pendidikan. Di kampung itu terdapat berbagai perguruan tinggi baik berstatus negeri maupun swasta.
 
Namun selain kota pelajar, Yogyakarta sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata favorit di Indonesia. Semula, para pelancong ingin mengenal tentang budaya adiluhung di kota itu yang tetap terjaga karena keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kerajaan yang turut berkontribusi bagi perjalanan sejarah Indonesia.
 
Kekhasan budaya itu bisa berupa seni drama dan tarian (sendratari), falsafah hidup dan lain sebagainya. Selain itu di sekitar Yogyakarta juga terdapat berbagai cagar budaya yang menunjukkan kegemilangan kebudayaan di masa lalu, seperti kompleks Candi Prambanan, Borobudur dan sebagainya. Karena itulah, daerah ini kemudian mendapatkan citra sebagai tujuan wisata budaya.
 
Akan tetapi, dalam perkembangan, selain penyematan sebagai daerah wisata budaya, Yogyakarta juga merupakan daerah wisata alam yang beraneka ragam, mulai dari wisata pantai yang banyak tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul serta Kulon Progo, hingga wisata bernuansa pegunungan semisal Kaliurang, atau beberapa spot di pegunungan Menoreh, Kulon Progo.
 
Keindahan serta keunikan tempat-tempat wisata alam ini menjadi incaran pelancong masa kini yang ingin mengabadikan di media sosial.
 
Gelar wisata budaya dan alam itu, kemudian dilengkapi pula dengan aneka kuliner yang memanjakan lidah. Jika ingin makan ‘berat’, ada nasi gudeg. Namun, jika ingin yang lebih soft, ada juga aneka kue atau camilan, salah satunya adalah bakpia, kue berbahan terigu dan berisi kacang, namun kini sudah divariasikan dengan bahan lain seperti cokelat, keju dan lain-lain.
 
Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia 2026 berkesempatan mengunjungi Pathok, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Di sana tersebar berbagai pusat penjualan oleh-oleh yang mayoritas menjual bakpia. Lokasi itu menjadi tujuan favorit para pelancong yang menghabiskan masa liburan Lebaran di Yogyakarta.

Pembeli tengah memilih beragam oleh-oleh khas Yogyakarta di salah satu pusat belanja wilayah tersebut.
 
Ria, staf penjualan Bakpia 25 mengungkapkan bahwa momen libur Lebaran ini merupakan momen panen bagi perusahaan tempat dia bekerja. Jika pada hari-hari biasa pembuatan bakpia mencapai 5 kuintal, pada masa libur panjang seperti saat ini, bisa meningkat lima kali lipat. 
 
“Kalau dikira-kira, pada hari biasa bisa laku 1000-an kotak, saat ini bisa lebih dari 5.000 kotak,” ungkapnya, Minggu (22/3/2026).
 
Pantauan Bisnis, para pelancong hilir mudik datang membeli oleh-oleh merk tersebut di 2 toko yang berbeda. Salah satu toko juga menjadi tempat produksi bakpia sehingga produk yang dibeli benar-benar baru saja dimasak, karena terasa masih hangat. 
 
Dia mengungkapkan, meski produsen bakpia itu merupakan salah satu yang terkenal di Yogyakarta, namun pihaknya tetap berinovasi dalam melakukan pemasaran khususnya di ranah digital. Mereka intens melakukan promosi di media sosial.
 
Tidak hanya itu, dalam sistem transaksi pun mereka sudah melakukan digitalisasi transaksi, sehingga bisa menerima pembayaran secara digital menggunakan QRIS, salah satunya Livin’ by Mandiri. Tim Bisnis berkesempatan melakukan pembayaran menggunakan aplikasi itu.

Baca Juga

  • Jadwal Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi, Usai Libur Lebaran 2026
  • Satu Tahun Danantara, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Dukung Pendidikan
  • JELAJAH LEBARAN 2026: Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Secara Gratis

Informasi yang dihimpun, sebagai super apps,  Livin’ menghadirkan berbagai fitur transaksi yang terintegrasi untuk mendukung beragam kebutuhan finansial nasabah. Layanan tersebut mencakup, transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, top up e-wallet, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan serta kebutuhan lifestyle melalui fitur Livin’ Sukha.
 
Adapun Ria yang sudah lama bekerja di Bakpia 25 itu mengaku transaksi digital seperti QRIS yang menerima pembayaran dari Livin’ by Mandiri memberikan banyak keuntungan.
 
“Pertama, karena kita sudah mengikuti zaman, kita harus memakai itu ya. Yang kedua, kita juga mengurangi tingkat pemakaian uang palsu ya, penerimaan uang palsu. Ternyata memang sangat membantu sekali. Kemudian, masyarakat dimudahkan untuk pembayaran secara digital,” pungkasnya (*).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Volume Kendaraan di Jalur Kuningan Meningkat, Arus Lalu Lintas Masih Terkendali
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal MotoGP 2026 Trans7 Terlengkap: Seri Mandalika dan Kembalinya GP Brasil
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
RI Bersiap Diserang Godzilla El Nino, Nasib Nelayan Diramal Begini
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Tega Lihat Siti Maesaroh Bocah Prematur, Dedi Mulyadi Beri Hadiah Mengejutkan untuk Sang Ibu
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Kecele, Ganjil Genap Jakarta Masih Ditiadakan sampai 24 Maret 2026
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.